
Kondisi gelombang laut yang tinggi, membuat kapal-kapal kecil memilih menepi.
JawaPos.com - Cuaca buruk mengakibatkan munculnya gelombang besar di perairan Jawa. Sejumlah nelayan dengan kapal kecil terpaksa menepi untuk sementara waktu. Sukirno, salah satu nelayan mengaku, belum berani melaut karena kondisi gelombak yang cukup tinggi sejak awal bulan ini.
"Kami memilih menepi dulu, karena kondisi gelombangnya tinggi. Nanti kalau sudah normal baru akan berangkat lagi," tuturnya, Selasa (17/1).
Kepala TPI Kota Pekalongan Sugiyo menyatakan, memang sejak awal bulan kondisi gelombang cukup tinggi. Namun hal itu tidak masalah bagi kapal besar. "Kapal kecil memang menepi. Kapal yang ukurannya dibawah 30 GT. Tapi untuk kapal besar tetap bisa jalan, tidak masalah," tuturnya.
Untuk itu, dia mengaku, saat ini belum ada dampak signifikan cuaca buruk terhadap pendapatan TPI. Dia mengatakan, kondisi lelang di TPI memang sepi, namun hal itu bukan dikarenakan cuaca buruk semata, melainkan karena memang musim melaut yang belum datang. "Memang kapal ini belum pulang. Awal Januari lalu baru berangkat," katanya.
Seperti tambak kemarin, hanya ada dua kapal arek-arek yang melakukan bongkar dan lelang hasil tangkapan di TPI Kota Pekalongan. Jika diperhitungkan keberangkatan pada awal Januari, dia memperkirakan Februari sampai Maret mendatang kapal akan masuk.
"Baru berangkat Januari karena sebelumnya libur akhir dan awal tahun. Untuk kapal-kapal besar kan bisa sampai dua atau tiga bulan. Melautnya pun jarak jauh, jadi Maret atau Februari mendatang baru akan masuk," terangnya.
Sementara itu, untuk kapal arek-arek, Sugiyo mengatakan memang tetap bisa berangkat karena hanya melaut di pinggiran. Sehingga tidak terdampak atas kondisi gelombang tinggi yang terjadi. "Awal Januari lalu arek-arek ada 25 kapal yang bongkar dan lelang disini kemudian kembali berangkat," tambahnya.
Sementara berdasarkan catatan TPI, dari hasil lelang dua kapal arek-arek yang masuk hari ini, TPI mendapatkan raman sebesar Rp73.775.000. Biasanya saat ramai, nilai raman TPI berkisar diatas angka Rp100 juta, bahkan hingga mencapai miliaran dalam satu hari. (nul/yuz/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
