
dr Dwi Rini berpose di bawah laut saat menyelam beberapa waktu lalu.
Bagi Dwi Rini Indradjajati yang seorang dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT), dunia menyelam dapat dikatakan hobi baru baginya. Sebab sebelum 2013, jangankan menyelam, berenang saja tapi bisa.
WENNY C PRIHANDINA, Batam
Kata Rini, hobi menyelam ini tidak terlepas dari dorongan sang suami yang juga dokter tapi juga memiliki kegiatan lain sebagai rescue diver (penyelam penyelamat).
Dalam penuturannya, suatu waktu Rini hanya duduk di tepi pantai. Ketika dia tengah menemani sang suami yang seorang rescue diver (penyelam penyelamat). Ketika suaminya menyelam, Rini di tepi pantai malah memilih untuk menyulam. Sebab menyulam adalah hobinya lain yang sudah digeluti sejak muda.
"Suami saya bilang, sampai kapan saya tidak mau turun menyelam," ujarnya saat ditemui usai praktiknya di RS Griya Medika, seperti yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (18/1).
Atas ajakan itu Rini masih merasa takut. Akan tetapi Suaminya yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu terus menyindirnya. Di rumah, Rini berkali-kali memotivasi anak-anaknya untuk berani. Padahl rupanya dia sendiri masih menyimpan ketakutan. "Berani itu bisa mengatasi ketakutanmu sendiri, kata suami saya. Saya langsung tersengat," kisahnya.
Kata Rini, menurut suami, di dalam laut tidak ada apa-apa yang menakutkan. Hal-hal yang menakutkan itu adanya di dalam kepala. Bagi orang yang tidak bisa berenang dan tidak pernah berenang, terjun ke laut lepas tentu menjadi momok.
Bagaimana jika hanyut? Bagaimana jika bertemu ikan jahat? Dan segala pertanyaan bagaimana lagi. Namun, perkataan suaminya itu ternyata benar.
Rini membuktikannya ketika dia akhirnya terjun ke laut lepas. Saat itu dia melihat kehidupan alam bawah laut sangat indah. Setelah penyelaman perdana itu, Rini memutuskan mengambil sertifikat open water diver. "Tapi, ternyata tidak begitu saja saya bisa ambil sertifikat penyelam karena saya tidak bisa berenang," ujar dokter kelahiran Surabaya itu.
Dia pun memutuskan belajar renang dengan mengambil kursus di sebuah hotel. Namanya Hotel Vista. Saat pelatihan renang itu, Rini merupakan peserta paling tua. Sementara Peserta lainnya masih duduk di bangku SD. "Ketika saya sudah bisa berenang satu jenis gaya, saya ambil (sertifikat) open water. Saya dapat," katanya.
Setelah itu, Rini rutin menyelam. Setidaknya, dalam satu tahun, dia melakukan dua kali penyelaman. Bersama suami, dia berkelana ke pulau-pulau yang memiliki pemandangan bawah laut yang indah. Bahkan Rini dan suaminya pernah merayakan ulang tahun pernikahannya di Pulau Menjangan, Bali Barat di awal bulan Juni 2016 lalu.
Sementara menyelam teranyar dilakukan bersama keluarganya di Amed Bali, bulan Oktober 2016 lalu. Selain itu, ia juga menjelajahi alam bawah laut Manado, Lombok, Derawan, Labuan Bajo, dan Pulau Sabang. Di Batam, ia pernah menyusuri alam bawah laut Pulau Petong, Pulau Abang, dan Pulau Labun.
Nah, ketika di Pulau Labun, dokter spesialis THT ini tak hanya berdua dengan suaminya. Dia juga mengajak sejumlah rekan seprofesinya di RS Griya Medika. Tak kurang dari enam dokter ikut menyelam kala itu. Rini tak kenal lelah menyebarkan virus menyelam ke rekan-rekannya. (**/iil/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
