Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 14.10 WIB

Dwi Rini Indradjajati, Dokter Cantik Pemilik Hobi Menyelam di Arus Deras (1)

Dr Dwi Rini Indradjajati berfose di dekat ikan pari manta saat menyelam beberapa waktu lalu. - Image

Dr Dwi Rini Indradjajati berfose di dekat ikan pari manta saat menyelam beberapa waktu lalu.

Sosok perempuan yang berprofesi sebagai dokter selama ini selalu dipanggan sebagai wanita yang anggun dan jauh dari hobi-hobi ektrem. Tapi beda halnya dengan dokter yang satu ini dia malah memilih hobi menyelam. Tak tanggung-tanggung, menyelamnya di laut lepas, Perairan Pula Komodo.

WENNY C PRIHANDINA, Batam


"Jangan salah. Gini-gini saya ini advanced diver (advanced open water diver - AOWD) loh," kata wanita bernama lengkap Dwi Rini Indradjajati itu.


Siapa yang bisa menyangka dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) itu rupanya seorang penyelam. Bahkan dia pun penyelam yang memiliki kompetensi AOWD. Sebuah kompetensi untuk para penyelam yang sudah melalui kualifikasi penyelam lanjutan.


Biasanya penyelam yang ingin mendapatkan kualifikasi ini mampu menyelam hingga kedalaman 30 meter. Telah melakukan penyelaman lebih dari 50 kali dan sudah melakukan penyelaman malam (night dive), dan penyelaman arus deras (drift dive).


"Saya melakukan drift dive itu di Manta Point Komodo. Tidak bisa sembarangan lho menyelam di arus deras itu," ujarnya yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (18/1).


Rini menceritakan, ketika menceburkan diri ke laut lepas, dirinya hanya perlu mengikuti arus. Seperti terbawa arus, tapi mata tetap terjaga. Mengawasi pemandangan yang lewat di depan mata. "Nanti ada suatu karang, kita berbelok di situ. Ada batas sejauh mana kita melaju. Kalau batas itu dilewati, kita hanyut," tuturnya.


Diakui Rini, alam bawah laut Pulau Komodo menjadi yang terindah baginya. Di sana habitat segala jenis binatang laut. Terumbu karangnya pun berwarna-warni.


Penyelaman di Pulau Komodo juga menjadi pengalaman yang paling berkesan. Dioa tinggal di atas kapal yang melintasi perairan Pulau Komodo selama lima hari lima malam. Kapal itu mencari spot-spot indah.


Ketika sampai di satu spot, para penyelam akan menyelam dan menikmati keindahan bawah laut. Di dalam laut sana, mereka akan bertahan selama 45 menit. Atau, paling lama, 60 menit.


Pernah dalam satu hari, Rini bisa menyelam sampai tiga kali. Dia hampir tak pernah mandi ketika itu. Begitu bangun tidur, dia langsung memasang peralatan selam dan terjun ke laut. Bahkan Rini menyebut menyelam itu mandi tanpa sabun. (**/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore