
Dr Dwi Rini Indradjajati berfose di dekat ikan pari manta saat menyelam beberapa waktu lalu.
Sosok perempuan yang berprofesi sebagai dokter selama ini selalu dipanggan sebagai wanita yang anggun dan jauh dari hobi-hobi ektrem. Tapi beda halnya dengan dokter yang satu ini dia malah memilih hobi menyelam. Tak tanggung-tanggung, menyelamnya di laut lepas, Perairan Pula Komodo.
WENNY C PRIHANDINA, Batam
"Jangan salah. Gini-gini saya ini advanced diver (advanced open water diver - AOWD) loh," kata wanita bernama lengkap Dwi Rini Indradjajati itu.
Siapa yang bisa menyangka dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) itu rupanya seorang penyelam. Bahkan dia pun penyelam yang memiliki kompetensi AOWD. Sebuah kompetensi untuk para penyelam yang sudah melalui kualifikasi penyelam lanjutan.
Biasanya penyelam yang ingin mendapatkan kualifikasi ini mampu menyelam hingga kedalaman 30 meter. Telah melakukan penyelaman lebih dari 50 kali dan sudah melakukan penyelaman malam (night dive), dan penyelaman arus deras (drift dive).
"Saya melakukan drift dive itu di Manta Point Komodo. Tidak bisa sembarangan lho menyelam di arus deras itu," ujarnya yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (18/1).
Rini menceritakan, ketika menceburkan diri ke laut lepas, dirinya hanya perlu mengikuti arus. Seperti terbawa arus, tapi mata tetap terjaga. Mengawasi pemandangan yang lewat di depan mata. "Nanti ada suatu karang, kita berbelok di situ. Ada batas sejauh mana kita melaju. Kalau batas itu dilewati, kita hanyut," tuturnya.
Diakui Rini, alam bawah laut Pulau Komodo menjadi yang terindah baginya. Di sana habitat segala jenis binatang laut. Terumbu karangnya pun berwarna-warni.
Penyelaman di Pulau Komodo juga menjadi pengalaman yang paling berkesan. Dioa tinggal di atas kapal yang melintasi perairan Pulau Komodo selama lima hari lima malam. Kapal itu mencari spot-spot indah.
Ketika sampai di satu spot, para penyelam akan menyelam dan menikmati keindahan bawah laut. Di dalam laut sana, mereka akan bertahan selama 45 menit. Atau, paling lama, 60 menit.
Pernah dalam satu hari, Rini bisa menyelam sampai tiga kali. Dia hampir tak pernah mandi ketika itu. Begitu bangun tidur, dia langsung memasang peralatan selam dan terjun ke laut. Bahkan Rini menyebut menyelam itu mandi tanpa sabun. (**/iil/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
