Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 10.55 WIB

Anggaran Disnaker Dibiayai Izin Tenaga Kerja Asing

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Banyaknya tenaga kerja asing yang mengadu nasib di Kota Batam membuat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) daera setempat tidak mendapatkan alokasi khusus untuk anggaran dari APBD.


Instansi tersebut untuk operasional diambilkan dari hasil perolehan izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Artinya, tak ada anggaran dari APBD Batam yang masuk ke dinas tersebut.


Hal ini diprotes oleh Kepala Disnaker Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging. "Saya mempertanyakan kinerja Bapeko (Badan Perencanaan Kota), bagaimana bisa, dia (bapeko-red) menolkan anggaran disnaker dari APBD," ujar Uba Ingan Sigalingging yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (18/1).


Uba menyebutkan, pendapatan IMTA Kota Batam pada 2016 mencapai Rp 34 miliar. 70 persennya masuk ke Disnaker. Tak ada anggaran dari APBD. Padahal dana IMTA ini seharunya diperuntukkan untuk pengembangan dan pelatihan kompetensi tenaga kerja.


Lebih jauh Uba menuturkan, lebih 40 persen dari anggaran tersebut malah dialokasikan untuk belanja alat tulis kantor, belanja perjalanan dinas, cetat spanduk dan gaji honorer. Hanya Rp 15 miliar untuk pelatihan kompetensi pekerja. "Kita pertanyakan kenapa tak ada anggaran dari APBD. Selain itu tidak sepenuhnya murni dana IMTA ini untuk kegiatan pelatihan," papar Uba.


Adapun Rp 15 miliar anggaran pelatihan itu diperuntukan untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan pencari kerja Rp 4,5 miliar, pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja Rp 10,5 miliar dan pelatihan kewirausahaan Rp 613 juta. "Bagaimana mungkin kita berbicara meningkatkan kompetensi ketenagakerjaan jika anggaran IMTA sendiri masih diperuntukan untuk belanja pegawai," teranya.


Sebagai contoh, lanjutnya, target wali kota sesuai RPJMDnya sebesar 10.500.056 pekerja. Begitu juga pelatihan pencari kerja lima tahun ke depan 9.740 pekerja. Jumlah ini tentu sangat kecil bila dibanding total seluruh pekerja di Batam.


"Katakanlah ada 200 ribu pekerja, berarti hanya 5 persen saja kita yang sanggup selama lima tahun ke depan," bebernya. (rng/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore