
Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat
JawaPos.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) versi Denny JA membeberkan data yang menunjukkan pasangan calon (paslon) Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sulit menang di Pilkada. Salah satu penyebabnya adalah mayoritas responden masih mempersoalkan dugaan kasus penodaan agama Islam yang menimpa Basuki alias Ahok.
Kendati demikian, Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, ada satu cara yang bisa dilakukan kubu kandidat nomor urut dua itu untuk menang bahkan di satu putaran. "Ahok bisa menang satu putaran jika dalam sebulan sentimen anti Ahok menjadi minoritas," ujarnya di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/1).
Untuk Agus Yudhoyono, lanjut Ardian, calon nomor urut satu itu bisa menang satu putaran apabila sentimen anti Ahok menyatu di belakangnya. Ataupun migrasi masif suara Anies Baswedan yang dinilai akan kalah di satu putaran. Sedangkan Anies, menurutnya makin sulit menang satu putaran karena posisinya paling bawah dan butuh tambahan banyak suara.
Untuk diketahui, LSI Denny JA merilis survei dengan hasil paslon Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memiliki elektabilitas sebesar 36,7 persen. Sementara, paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memiliki tingkat keterpilihan sebesar 32,6 persen.
Terakhir, Anies-Sandi hanya mendapatkan suara responden sebanyak 21,4 persen saja. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,3 persen.
Sementara itu, kata Ardian, mayoritas responden malah menilai Ahok menista agama. Sebanyak 56,7 persen responden menilai Ahok telah menodakan agama. Sisanya berpendapat tidak menista agama sebanyak 20,7 persen dan tidak tahu sebesar 22,6 persen.
Dari data itu, lanjut Ardian, pihaknya menemukan bahwa sebanyak 56,1 persen sampling tidak akan memilih pemimpin yang menista agama. Sedangkan 20 persen memilih dan 23,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Sekadar informasi, teknik pengumpulan data yang dilakukan LSI Denny JA memanfaatkan metode multistage random sampling. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 880 orang, wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei dilakukan pada 5-11 Januari 2017 dengan margin of error sebesar lebih kurang 3,4 persen. (uya/JPG)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
