Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 06.55 WIB

Ahok-Djarot Bisa Menang Satu Putaran, asalkan...

Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat - Image

Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat

JawaPos.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) versi Denny JA membeberkan data yang menunjukkan pasangan calon (paslon) Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sulit menang di Pilkada. Salah satu penyebabnya adalah mayoritas responden masih mempersoalkan dugaan kasus penodaan agama Islam yang menimpa Basuki alias Ahok.


Kendati demikian, Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, ada satu cara yang bisa dilakukan kubu kandidat nomor urut dua itu untuk menang bahkan di satu putaran. "Ahok bisa menang satu putaran jika dalam sebulan sentimen anti Ahok menjadi minoritas," ujarnya di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/1).


Untuk Agus Yudhoyono, lanjut Ardian, calon nomor urut satu itu bisa menang satu putaran apabila sentimen anti Ahok menyatu di belakangnya. Ataupun migrasi masif suara Anies Baswedan yang dinilai akan kalah di satu putaran. Sedangkan Anies, menurutnya makin sulit menang satu putaran karena posisinya paling bawah dan butuh tambahan banyak suara.


Untuk diketahui, LSI Denny JA merilis survei dengan hasil paslon Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memiliki elektabilitas sebesar 36,7 persen. Sementara, paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memiliki tingkat keterpilihan sebesar 32,6 persen.


Terakhir, Anies-Sandi hanya mendapatkan suara responden sebanyak 21,4 persen saja. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,3 persen.


Sementara itu, kata Ardian, mayoritas responden malah menilai Ahok menista agama. Sebanyak 56,7 persen responden menilai Ahok telah menodakan agama. Sisanya berpendapat tidak menista agama sebanyak 20,7 persen dan tidak tahu sebesar 22,6 persen.


Dari data itu, lanjut Ardian, pihaknya menemukan bahwa sebanyak 56,1 persen sampling tidak akan memilih pemimpin yang menista agama. Sedangkan 20 persen memilih dan 23,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.


Sekadar informasi, teknik pengumpulan data yang dilakukan LSI Denny JA memanfaatkan metode multistage random sampling. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 880 orang, wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei dilakukan pada 5-11 Januari 2017 dengan margin of error sebesar lebih kurang 3,4 persen. (uya/JPG)


Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore