Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 05.45 WIB

Bupati Ini Ancam Tutup Akses Jalan Proyek Tol Batang - Pemalang

SIDAK : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat sidak Jalan Raya Sragi yang rusak akibat dilalui truk armada milik PT Waskita dan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) selaku pelaksana proyek jalan tol Batang-Pemalang. - Image

SIDAK : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat sidak Jalan Raya Sragi yang rusak akibat dilalui truk armada milik PT Waskita dan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) selaku pelaksana proyek jalan tol Batang-Pemalang.

JawaPos.com - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengancam akan menutup jalan akses proyek tol. Pasalnya, akibat dilalui armada pembawa material proyek pembangunan jalan tol Batang-Pemalang milik PT Waskita Karya dan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ), jalan kabupaten rusak berat. Membahayakan para pengguna jalan. Bahkan, sudah menelan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.


Sebelumnya Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti, telah menegur kedua rekanan beberapa waktu lalu, untuk memperbaiki jalan milik Pemkab Pekalongan yang rusak. Minggu (15/1), giliran Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang melakukan sidak ke semua jalan rusak. Terutama, Jalan Raya Sepait Sragi yang mengalami kerusakan terparah.


Pada kesempatan tersebut, Direktur Pelaksana PT Waskita dan PT SMJ dipanggil dan diperlihatkan kondisi kerusakan jalan yang disebabkan oleh armada kedua rekanan tersebut.


Bupati Asip mengungkapkan bahwa semua jalan milik Kabupaten Pekalongan yang dilalui armada pembawa material proyek tol, rusak parah. Di antaranya, Jalan Desa Sipait hingga Sragi, Jalan Desa Tengeng Kulon hingga Kecamatan Bojong. “Saat ini, sudah ada kesepakatan antara PT Waskita dan PT SMJ dengan Pemkab Pekalongan, untuk segera melakukan perbaikan jalan yang rusak secara berkesinambungan,” ungkap Bupati Asip.


Bupati Asip juga menegaskan jika PT Waskita dan PT SMJ ingkar janji seperti saat ditegur oleh Wabup Pekalongan, Bupati mengancam akan menutup semua akses jalan milik Pemkab Pekalongan. Sehingga armada PT Waskita dan PT SMJ hanya bisa melalui Jalan Provinsi dan Jalan Nasional.


“Saya sangat mendukung proyek pembangunan jalan tol. Tapi saya berharap agar para rekanan PT Waskita dan PT SMJ menjaga lingkungan dan tidak menganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh para rekanan proyek jalan tol di Kabupate Pekalongan, sudah melewati batas toleransi. Para rekanan selama ini selalu ingkar janji, tidak memperbaiki jalan rusak.


Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Perkejaan Uumum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Pemkab Pekalongan, Arif Gunawan menandaskan bahwa untuk penanganan sementara kerusakan jalan akan dilakukan pengerukan dan pemerataan jalan dengan bahan yang lebih keras seperti split pasir dan batu, atau menggunakan basecone.


Selain itu, perbaikan jalan rusak yang diakibatkan oleh rekanan proyek jalan tol, akan dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan hingga pembuatan proyek jalan tol selesai. Karena itu, masyarakat diminta ikut mengawasi agar PT Waskita dan PT SMJ tidak ingkar janji lagi.


“Hari ini sudah mulai dilakukan pengerukan dan dilanjut dengan penutupan lubang dengan LPA dan basecone. PT Waskita dan PT SMJ sudah membuat pernyataan, akan terus memperbaiki jalan rusak secara berkelanjutan,” tandasnya. (thd/ida)

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore