
Amirullah Adityas Putra yang tewas di tangan para seniornya
JawaPos.com - Pengamat pendidikan Retno Listyarti berpendapat langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memisahkan antara junior dan senior pada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) bukan menjadi solusi menghilangkan perpeloncoan.
Menurutnya, perpeloncoan yang dilakukan para senior terhadap juniornya bisa dilakukan di luar jam sekolah. Karenanya solusi tersebut bukan yang terbaik. "Kalau sudah di luar kampus tidak ada yang tahu. Artinya kekerasan bully tetap bisa dilakukan di luar kampus," ujar Retno kepada JawaPos.com, Selasa (17/1).
Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini menambahkan, ketakutan junior kepada senior sangat berlebihan. Mereka wajib datang jika senior memanggil.
"Saya mendapatkan info misalkan di hari Minggu seniornya lagi di Mall Kelapa Gading, nah itu para juniornya yang dekat dengan lokasi bisa pada datang. Itu saking ketakutannya junior," katanya.
Oleh sebab itu, saat ini yang dibutuhkan adalah mengubah mental para senior dan junior agar tidak terjadi perpeloncoan tersebut. Seperti membangun mental anti kekerasan.
Pasalnya tutur Retno, saat ini pemerintah juga telah bersikap tegas terhadap pelaku penganiayaan seperti menapat hukuman penjara. Namun tidak memberikan efek jera bagi siswa lain. Oleh sebab itu perubahan mental adalah solusi hilangkan perpeloncoan. "Mindsetnya mental harus diubah," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk menghilangkan perpeloncoan di STIP, maka kesempatan pertemuan taruna junior dan senior dihilangkan. Di mana mulai saat ini taruna tingkat I STIP tidak akan berada di Jakarta Utara. Melainkan di pindah ke Tagerang.
Taruna tingkat I tutur Budi, akan dipindahkan ke Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) yang ada di Mauk, Tangerang.
Sekadar informasi, taruna senior STIP melakukan kekerasan terhadap Amirulloh Adityas Putra (18) hingga akhirnya tewas karena penyiksaan.
Amirulloh Adityas Putra merupakan taruna STIP tingkat 1 yang merupakan warga RT07/RW14 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Amirulloh diduga dianiaya secara fisik oleh empat taruna tingkat 2 STIP, yakni Willy Hasiholan (20), Akbar Ramadhan (19), Sisko Mataheru (19) dan Iswanto (21).
Kejadian ini dilakukan pada Selasa (10/1) sekitar Pukul 22.30 WIB di Kamar M 205 lantai dua Gedung Dormitory Ring empat STIP, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing.(cr2/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
