
Habib Rizieq saat melakukan audiensi di Komisi III DPR RI
JawaPos.com - Anggota Komisi III DPR Dwi Ria Latifa keberatan dengan pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah menghina umat Islam saat berpidato beberapa waktu lalu.
Dwi yang menyaksikan langsung pidato Megawati membantah adanya pernyataan tersebut. "Saya datang, saya dengar, dan tidak ada satu kata pun beliau (Megawati) menghina apakah Habib, apakah FPI, apakah umat Islam, atau siapapun," tegasnya ketika menerima Rizieq di komisi III DPR dalam panitia kerja penegakkan hukum, Selasa (17/1).
Menurutnya, apa yang disampaikan Megawati dalam pidatonya yakni tentang bagaimana menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. "Tapi bicara tentang suatu ideologi yang harus kita cermati yang nantinya akan sedikit menjadi peringatan buat bangsa kita. Karena kita tetap jaga NKRI ini, Bhineka Tunggal Ika ini," ulas Dwi kepada Rizieq.
Kata dia, bantahan itu disampaikan bukan untuk membela karena dirinya kader PDIP dan Megawati adalah pimpinannya. Namun, itu semata-mata karena dia menghormati Megawati atau siapapun yang memiliki perbedaan pendapat.
"Tapi ketika Pak Habib sampaikan tadi tentang pidato Bu Megawati, saya rasa tentu kita harus cermati betul apa isi pidato beliau," pungkasnya.
Diketahui, dalam dengar pendapat panja penegakkan hukum komisi III DPR, Rizieq menceritakan bahwa dirinya sempat mempertanyakan ke Mabes Polri bilamana Megawati dilaporkan. Sebab, menurut dia, ada bagian pidato ketua umun PDIP itu yang menyinggung umat Islam dan menista rukun iman.
"Apakah kalau kami laporkan, akan diproses Bu Megawati?" ulasnya menirukan pertanyaan ke Mabes Polri.
Sementara dalam pidatonya pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-44 PDIP, yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1), Megawati menyoroti kelompok-kelompok antikeberagaman. Dia menyebut pemimpin kelompok semacam ini sebagai pemuncul isu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Megawati menggolongkan kelompok-kelompok itu sebagai penganut ideologi tertutup, bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Pemimpin kelompok berideologi tertutup itu mengklaim diri sebagai peramal yang serba tahu masa depan. (dna/JPG)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
