Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 23.55 WIB

Dihadapan Habib Rizieq, Politikus PDIP Ini Bantah Megawati Menghina Umat Islam

Habib Rizieq saat melakukan audiensi di Komisi III DPR RI - Image

Habib Rizieq saat melakukan audiensi di Komisi III DPR RI

JawaPos.com - Anggota Komisi III DPR Dwi Ria Latifa keberatan  dengan pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah  menghina umat Islam saat berpidato beberapa waktu lalu.


Dwi yang menyaksikan langsung pidato Megawati membantah adanya pernyataan tersebut. "Saya datang, saya dengar, dan tidak ada satu kata pun beliau (Megawati) menghina apakah Habib, apakah FPI, apakah umat Islam, atau siapapun," tegasnya ketika menerima Rizieq di komisi III DPR dalam panitia kerja penegakkan hukum, Selasa (17/1).


Menurutnya,  apa yang disampaikan  Megawati dalam pidatonya yakni tentang bagaimana menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. "Tapi bicara tentang suatu ideologi yang harus kita cermati yang nantinya akan sedikit menjadi peringatan buat bangsa kita. Karena kita tetap jaga NKRI ini, Bhineka Tunggal Ika ini," ulas Dwi kepada Rizieq.


Kata dia, bantahan itu disampaikan bukan untuk membela karena dirinya kader PDIP dan Megawati adalah pimpinannya. Namun, itu semata-mata karena dia menghormati Megawati atau siapapun yang memiliki perbedaan pendapat.


"Tapi ketika Pak Habib sampaikan tadi tentang pidato Bu Megawati, saya rasa tentu kita harus cermati betul apa isi pidato beliau," pungkasnya.


Diketahui, dalam dengar pendapat panja penegakkan hukum komisi III DPR, Rizieq menceritakan bahwa dirinya sempat mempertanyakan ke Mabes Polri bilamana Megawati dilaporkan. Sebab, menurut dia, ada bagian pidato ketua umun PDIP itu yang menyinggung umat Islam dan menista rukun iman.


"Apakah kalau  kami laporkan, akan diproses Bu Megawati?" ulasnya menirukan pertanyaan ke Mabes Polri.


Sementara dalam pidatonya pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-44 PDIP, yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1),  Megawati menyoroti kelompok-kelompok antikeberagaman. Dia menyebut pemimpin kelompok semacam ini sebagai pemuncul isu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).


Megawati menggolongkan kelompok-kelompok itu sebagai penganut ideologi tertutup, bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Pemimpin kelompok berideologi tertutup itu mengklaim diri sebagai peramal yang serba tahu masa depan. (dna/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore