
CERIA: Alviana (tengah) balapan egrang batok bersama teman-teman kelas III SDN Bubutan IV Surabaya.
JawaPos.com – Keceriaan terpancar jelas dari wajah-wajah siswa kelas III SDN Bubutan IV Surabaya, Senin (16/1). Mereka asyik bermain beragam permainan tradisional.
Diandra Amelia Putri, misalnya. Dia mencoba memainkan egrang. Kedua tangannya memegang tongkat egrang. Kakinya mencoba memanjat egrang dan menjaga keseimbangan. Gagal. Diandra belum berhasil berjalan menggunakan egrang. Meski begitu, dia tidak patah semangat. Tidak sedih, senyumnya merekah setiap kali gagal dan berusaha berjalan dengan egrang. Di sisi lain pekarangan sekolah, Fara Azka Aulia tampak memainkan patil lele.
Selain egrang dan patil lele, ada dakon, jaranan, dan egrang batok. Saat bermain mereka ditemani Kak Haris Rizki yang mengenalkan berbagai permainan tradisional itu. Mereka juga didampingi para guru kelas.
Mike Naomi, guru kelas III-A, menyatakan bahwa kegiatan para siswa tersebut berkaitan dengan materi pelajaran. Yakni, tema 5 tentang permainan tradisional. Selama ini, kata Mike, beragam permainan anak diperoleh dengan cara membeli. ’’Jika mampu membeli, tidak masalah,’’ ujarnya.
Melalui materi tema 5, anak-anak bisa membuat secara mandiri beragam permainan tradisional. Egrang batok, misalnya. Batok kelapa banyak ditemui di pasar. Termasuk limbah dari pedagang es degan. Demikian juga dakon. Siswa bisa membuat papan dakon sendiri. Kemarin ada siswa yang menghasilkan papan dakon dari kertas kado dan tutup gelas plastik.
Melalui tematik permainan tradisional, menurut Mike, siswa bisa belajar banyak hal secara terintegrasi. Mulai seni budaya, keterampilan, bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, matematika, hingga IPA. Seni budaya, misalnya. Siswa jadi lebih mengenal ragam dan penggunaan permainan tradisional. Selain itu, siswa mengenal kekayaan bahasa Jawa. Misalnya, congklak yang sama dengan dakon. ’’Anak-anak belajar matematika melalui biji-biji dakon,’’ tuturnya.
Bukan hanya itu, permainan tradisional juga bisa membuat anak aktif dan kreatif. ’’Mereka bisa berkompetisi sehat dan menghargai teman,’’ ungkapnya. (puj/c15/nda/sep/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
