Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 23.04 WIB

Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Menurun

Pelanggaran Markah dan Stop Line - Image

Pelanggaran Markah dan Stop Line

JawaPos.com – Kampanye keselamatan berkendara perlu digalakkan lagi. Berdasar evaluasi Polda Jatim, angka kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat. Tahun lalu peningkatannya mencapai 10 persen.


Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombespol Ibnu Isticha, salah satu penyebab utama meningkatnya kejadian laka lantas adalah kurangnya kesadaran berkendara. Banyak pengendara yang mengabaikan aturan yang berlaku. ’’Kesadaran pengendara sudah mulai memudar,” ujarnya, Senin (16/1).


Dia mencontohkan, saat ini semakin banyak sepeda motor yang tidak berada di lajur kiri. Juga, masih ada motor yang tidak menyalakan lampu utama saat siang dan lampu sein saat hendak berbelok. Perlengkapan berkendara seperti helm standar yang diklik pun sering dilupakan. ’’Peraturan yang remeh saja dilanggar, bagaimana mau selamat,” ujarnya.


Itu masih ditambah dengan pengendara, terutama roda dua, yang melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL). Baik berupa lampu, rambu-rambu, maupun markah jalan. ’’Mereka ini perlu diingatkan lagi,” terangnya.


Sebuah kecelakaan dini hari kemarin menjadi contoh. Muh. Mustakim meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan di daerah turunan Tol 1 Jalan Gunungsari arah Malang. Pria 22 tahun itu diduga melanggar lampu APILL sebelum menabrak mobil yang dikendarai Asoka Sulistyasmara.


Korban diketahui merupakan anggota Dalmas Polda Jatim. Ironisnya, kendaraan yang digunakan justru tidak dilengkapi dengan nomor polisi. ’’Itu oknum polisi yang tidak taat aturan,” ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.


Ibnu menambahkan, awal tahun ini pihaknya berencana menggiatkan kembali kampanye berkendara aman. Pemetaan wilayah sudah dilakukan. Karena sifatnya kampanye, pihaknya akan lebih mengedepankan pembinaan daripada penindakan.


’’Kalau bisa disadarkan dulu, dididik dulu. Kalau tetap membandel, baru kami tindak,” kata Ibnu.


Sementara itu, Satlantas Polrestabes Surabaya juga berupaya menekan angka kecelakaan. Menurut mereka, pengendara tidak akan celaka kalau tidak main serobot dan memotong jalur. Polantas akan mengatur kendaraan yang melintas agar tetap pada jalurnya.


Salah satu upaya agar mengembalikan kendaraan seusai jalurnya adalah kanalisasi. Sepeda motor diarahkan ke lajur kiri dengan menyiagakan pasukan yang berbaris memanjang. ”Kanalisasi ini kami lakukan setiap pagi,” jelas Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar kemarin.


Polisi yang berbaris itu berada di Taman Bungkul. Selain itu, polisi menyebar ke beberapa titik traffic light, terutama di pusat kota.


Polantas berkomitmen untuk menindak tegas setiap kendaraan yang berjalan tidak sesuai lajurnya. Apalagi kendaraan yang berpindah lajur tidak pada tempatnya alias memotong markah lurus. ”Kami pasti menindak pelanggaran semacam itu,” tegas Adewira.



Sejauh ini polantas sudah menindak 695 kendaraan yang melanggar markah dan stop line sejak awal tahun lalu hingga kemarin. Pelanggaran tersebut masih didominasi roda dua (lihat grafis). (aji/did/c7/fal/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore