Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 22.49 WIB

Status Jabon Tanggap Darurat, Setelah Delapan Hari, Air Masih Menggenang

PERLU REVITALISASI: Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan kemarin melakukan inspeksi ke dam Golondoro, Jabon, yang jebol karena luberan air. - Image

PERLU REVITALISASI: Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan kemarin melakukan inspeksi ke dam Golondoro, Jabon, yang jebol karena luberan air.

JawaPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo akhirnya menetapkan status tanggap darurat untuk wilayah Kecamatan Jabon. Status itu diberlakukan lantaran sudah delapan hari ini air masih merendam empat desa di wilayah perbatasan Sidoarjo dan Pasuruan tersebut.


Kenaikan status itu ditetapkan setelah BPBD Sidoarjo rapat dengan dinas kesehatan dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). ”Awalnya, seluruh wilayah di Sidoarjo siaga bencana. Sekarang khusus untuk Jabon statusnya tanggap darurat,” jelas Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito, Senin (16/1).


Hasil rapat tersebut segera disampaikan kepada Bupati Saiful Ilah untuk mendapatkan persetujuan. Setelah bupati sepakat, SK tanggap darurat akan diturunkan. BPBD akan berkonsultasi dengan camat Jabon serta kepala desa yang wilayahnya terendam. Tujuannya menanyakan apa saja kebutuhan warga yang terdampak.


Saat ini, lanjut Dwijo, BPBD menyiapkan sejumlah logistik. Di antaranya, obat-obatan, makanan, kantong pasir atau sand bag untuk membendung air, serta mantel. Juga ketersediaan air bersih. Dinkes bertugas menyediakan obat serta dokter. Warga yang sakit akan mendapatkan penanganan di Puskesmas Jabon.


Bantuan sand bag sudah dipasang di Desa Kedungpandan, Jabon. Pemasangan dilakukan petugas dinas PUPR dan BPBD. Dwijo berharap kantong pasir itu bisa membendung luberan air sehingga tidak sampai masuk ke rumah warga. Untuk sembako, dia menyatakan jumlahnya terbatas. Saat ini hanya tersisa 400 cadangan bahan makanan yang dimiliki BPBD. Namun, kekurangan jumlah sembako akan ditutupi setelah SK bupati turun.


”Setelah mendapat BTT (biaya tak terduga), kami langsung belanja untuk mencukupi kebutuhan warga,” tegasnya.


Kebutuhan lain yang harus disiapkan adalah tempat evakuasi warga. Hal itu diperlukan sebagai antisipasi adanya banjir susulan. Sebab, Januari hingga Februari merupakan puncak musim hujan.


Mantan kepala dinas PU cipta karya itu menuturkan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan kepala desa untuk mencari tempat evakuasi. Menurut dia, tempat evakuasi nanti harus terbebas dari banjir dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal warga. ”Masih kami konsultasikan dengan camat dan kepala desa,” ujarnya.


Sementara itu, hingga kemarin dinas PUPR belum memasang balok kayu di dam Golondoro, Jabon. Padahal, pemasangan balok kayu tersebut sangat penting untuk membendung limpahan air dari Pasuruan dan Sidoarjo.


Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan kemarin langsung melihat kondisi dam Golondoro. Kondisi air mulai surut. Aliran air pun tidak sekencang dua hari lalu. Namun, dua pintu air yang jebol tetap dibiarkan lowong tanpa penutup. Sigit menjelaskan, sebenarnya balok kayu sudah tersedia. Namun, balok kayu itu sengaja belum dipasang. Petugas menunggu air limpahan dari Desa Kupang, Semambung, dan Kedungrejo surut. ”Kalau ditutup, air dari tiga desa yang lain tidak bisa mengalir ke afvoer Golondoro,” ucapnya.


Setelah surut, lanjut Sigit, PUPR dan BPBD akan membangun kembali dam yang rusak. BPBD memasang kembali pintu air yang kini tergeletak di samping dam. Sementara itu, PUPR membuat tumpuan dam.


Kepala Bidang Operasional Dinas PUPR Agus Hidayat menambahkan, balok kayu segera dipasang. Dia sudah menginstruksi petugas untuk segera memasang balok kayu ketika air sungai surut. ”Rumah petugas di dekat dam. Jadi bisa melihat ketika air surut,” jelasnya.


Agus berharap dalam beberapa hari ke depan air laut tidak pasang. Sebab, naiknya ketinggian air laut akan membuat arus dari sungai tidak bisa mengalir ke laut. ”Mudah-mudahan tidak ada pasang,” harapnya.



Sementara itu, Bupati Saiful Ilah meminta banjir di Jabon segera ditangani. ”Harus ditangani secepatnya,” ujarnya. (aph/c6/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore