
Sejumlah taruna STIP Cilincing mendoakan Amirulloh Adityas yang dimakamkan di TPU Budhi Dharma, Jakarta Utara, Rabu (11/1).
JawaPos.com - Pengamat maritim Universitas Diponegoro (Undip), Sahala Hutabarat, menyambut baik wacana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memisahkan antara junior dan senior pada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).
Menurut dia, pemisahan tersebut akan mengurangi kegiatan perpeloncoan yang dilakukan oleh senior STIP terhadap para juniornya. "Bila dipisahkan ada baiknya, dan bisa efektif (kurangi perpeloncoan)," ujar Sahala kepada JawaPos.com, Selasa (17/1).
Meski demikian, untuk menjaga agar taruna junior tetap disiplin setelah tidak mendapat didikan dari para senior, maka penggantinya adalah para pengajar dari TNI Angkatan Laut (AD).
"Jadi kalau mereka (junior) sendirian mereka seakan tidak ada bimbingan (dari senior), maka misalnya memanggil angkatan laut untuk mendidik," katanya.
Sementara itu, para pengajar dari TNI AL tersebut juga tidak melakukan pendidikan sama seperti terdahulu yang dilakukan para senior STIP. Seperti melakukan tindakan fisik apabila para juniornya bersalah.
"Jadi membangun kedisiplinan bisa dengan menghukum push up jadi sifatnya itu meningkatkan kedisplinan," katanya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk menghilangkan perpeloncoan di STIP, maka kesempatan pertemuan taruna junior dan senior dihilangkan. Di mana mulai saat ini taruna tingkat I STIP tidak akan berada di Jakarta Utara. Melainkan di pindah ke Tagerang.
Taruna tingkat I tutur Budi, akan dipindahkan ke Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) yang ada di Mauk, Tangerang.
Sekadar informasi, taruna senior STIP melakukan kekerasan terhadap Amirulloh Adityas Putra (18) hingga akhirnya tewas karena penyiksaan.
Amirulloh Adityas Putra merupakan taruna STIP tingkat 1 yang merupakan warga RT07/RW14 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Amirulloh diduga dianiaya secara fisik oleh empat taruna tingkat 2 STIP, yakni Willy Hasiholan (20), Akbar Ramadhan (19), Sisko Mataheru (19) dan Iswanto (21).
Kejadian ini dilakukan pada Selasa (10/1) sekitar Pukul 22.30 WIB di Kamar M 205 lantai dua Gedung Dormitory Ring empat STIP, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing. (cr2/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
