Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 22.21 WIB

Pelapor Ahok Sebut Kesaksian Polisi Tak Semuanya Benar

Basuki Tjahaja Purnama - Image

Basuki Tjahaja Purnama

JawaPos.com - Willyudin Dhani menjadi saksi kedua yang dihadirkan jaksa penuntut umum hari ini, (17/1). Dia salah satu yang melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada anggota Polresta Bogor yakni, Briptu Ahmad Hamdani.

Menurut dia, pernyataan dari Briptu Ahmad Hamdani benar. Dalam kesaksiannya Willyudin mengatakan bahwa saat itu, dia mendatangi Polresta Bogor berdua saja. Tapi menurut Hamdani dia datang berempat untuk melapor.

"Sebagian besar tidak benar. Saya datang hanya berdua karena saya naik motor. Dia (Hamdani) tidak menjelaskan bahwa saya uraikan ketika saya bertanya, kejadian pidato yang saya laporkan di Kepulauan Seribu tanggal 27 September 2016. Saya menjelaskan tapi tidak dicatat," tutur Willyudin dalam persidangan, Selasa (17/1).

Ketika melapor, Willy mengaku pada Hamdani bahwa dia melihat pidato kontroversial Ahok di Kepuluan Seribu lewat Youtube di kediamannya pada tanggal 6 Oktober 2016. Lantas Willy melapor esok harinya, 7 Oktober 2016. Willy menampik disebut Hamdani menonton video itu tanggal 6 September 2016, seperti apa yang dikatakan Hamdani dalam kesaksiannya.

"Saya kembali di wawancarai lagi. Saya nonton video itu di rumah saya, Kamis 6 Oktober 2016 jam sebelas," lanjut dia.

Kemudian, aparat kepolisian pun bersiap mencetak laporan Willy. Saat itu, bukan Hamdani yang mencetak laporannya setelah usai di wawancara. Saat dicetak, dia menyebut ada kesalahan pada penulisan tanggal. Dirinya pun membenarkan kesalahan itu.

"Sebelum di print, printernya rusak, yang nge-print bukan dia (Hamdandi). Saya coret tanggal 6 September itu. Mana mungkin kejadian baru kemarin (saya nonton) masa 6 September," ucapnya.

Mendapati kesalahan itu,Willy mengklaim sempat menegur Hamdani. Lalu, kata dia, Hamdani menyanggupi akan membetulkan kesalahan tanggal itu. Kemudian, saat ia melihat komputer, tanggal yang salah pun sudah terlihat tidak salah lagi. Lantas, karena tak mau berprasangka buruk, usai dicetak lagi, ia pun langsung menandatangani laporan itu tanpa melakukan pengecekan kembali.

"Kata dia mau benerin lagi, cukup lama juga hampir (salat) Isya. Saya lihat di monitor benar 6 Oktober. Yang terakhir saya tidak lihat, langsung tanda tangan, saya berkhusnudzon saja," tutur dia. (elf/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore