
Rumah kediaman keluarga I Ketut Nata
JawaPos.com –Laporan salah satu anggota keluarga yang menyatakan tiga anggota keluarganya yang lain, ternyata tidak benar. Keluarga yang dilaporkan ternyata sudah pindah ke Kalimantan Timur. Laporan Ni Kadek Bonita, 23, salah satu anak dari keluarga itu, ke Polsek Tegalalang, Gianyar, Kamis pekan lalu (12/1) memang penuh kejanggalan.
Saat melapor, mahasiswa sastra Jepang salah satu universitas di Denpasar itu mengaku tidak tahu menahu ke mana ayahnya I Ketut Nata, 47, bersama ibunya Ni Nyoman Suniari, 46, dan sang kakak Ni Wayan Yunita, 24, pergi. Padahal, dari penelusuran polisi, satu keluarga itu sudah pindah domisili ke Kalimantan Timur. “Penuh kejanggalan, katanya hilang, ternyata pindah domisili,” ujar Kapolsek Tegalalang AKP Ardana, Senin (16/1).
AKP Ardana menjelaskan, keluarga yang hilang itu ternyata sudah mencabut berkas di Kantor Catatan Sipil per 25 Oktober 2016. Mereka pindah ke Kalimantan Timur meninggalkan rumah mewahnya d Banjar Jasan, Desa Sebatu, Tegalalang. Tetapi, Bonita saat melapor mengaku lost contact dengan kakak dan orangtuanya sejak 29 Agustus 2016.
Kepolisian sendiri sempat mencium gelagat yang tidak beres dari pihak keluarga bos patung kayu itu. “Sepertinya sudah mempersiapkan diri, kelihatan janggalnya,” jelasnya.
Namun yang disayangkan, pihak kepolisian kesulitan untuk berhubungan dengan si pelapor, Bonita. “Pelapor sulit mengangkat telepon. Padahal, dia yang punya masalah,” terangnya.
Terkait kepindahan satu keluarga ini, polsek akan mengambil sikap untuk menggugurkan laporan kehilangan itu. “Karena kami ketahui pindah domisili, jadi gugur,” jelasnya.
Kepolisian sendiri tidak mau berspekulasi mengenai masalah utang-piutang yang menjerat satu keluarga seperti yang dituturkan oleh warga setempat. Pasalnya, tidak ada laporan atau pengaduan mengenai masalah utang-piutang ke polsek.
Jawa Pos Radar Bali kesulitan untuk menghubungi pelapor Bonita yang tinggal di Denpasar. Bonita yang enggan mengangkat ponselnya itu hanya bertanya lewat pesan singkat siapa yang menelepon. Ketika tahu yang menelepon adalah Jawa Pos Radar Bali, Bonita enggan menanggapi.
Diberitakan sebelumnya, banyak warga menyebut jika bos patung itu banyak dicari oleh debt collector. Bahkan, anak buahnya yang mencapai 10 orang itu juga telah pergi meninggalkan tempat usahanya di rumah berlantai III itu. (dra/mus)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
