
Mendagri Tjahjo Kumolo (Kanan)
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR Sukamta berpesan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo agar lebih berhati-hati untuk berkomentar ke publik. Bila pernyataan yang disampaikan itu salah, bisa menimbulkan keresahan masyarakat.
"Semoga lain kali bisa lebih cermat (Mendagri Tjahjo Kumolo, red)," ujar Sukamta kepada JawaPos.com, Selasa (17/1).
Pesan itu disampaikan buntut dari salah ucap dari Tjahjo Kumolo dalam pernyataannya yang menyatakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bisa menjadi Komandan Koramil (Danramil). Lantas pernyataaan itu dikoreksinya sendiri, dengan alasan tidak ada undang-undangannya.
Menurut catatan JawaPos.com, Tjahjo dalam waktu berdekatan melakukan dua kesalahan dalam ucapannya. Pertama selain soal lulusan IPDN jadi Danramil, kedua menyebutkan, bahwa ormas Front Pembela Islam (FPI) tidak terdaftar di Kemendagri.
Berselang sehari kemudian, dia mengkoreksi bahwa ormas yang kini dipimpin Habib Rizieq Shihab itu telah terdaftar dan telah diperpanjang pada 2014.
Untuk diketahui lagi, sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo meralat perkataanya terkait, lulusan IPDN akan bisa menempati posisi jabatan Komandan Koramil TNI.
Menurut Mendagri, lulusan IPDN tidak akan bisa menjabat sebagai Komandan Koramil, karena dalam undang-undang (UU) TNI tidak ada aturannya bahwa sipil bisa mengisi jabatan di TNI. "(Enggak jadi komandan) itu kan bagiannya tentara," ujar Tjahjo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (16/1).
Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu tersebut menyatakan, lulusan IPDN hanya akan membantu Danramil dalam tugasnya. Bukan menempati jabatan tersebut. "Mereka membantu Danramil bantu Kapolsek. Kalau dulu kan mantri polisi," katanya.
Sementara sebelumnya mengatakan Mendagri Tjahjo Kumolo mewajibkan bagi praja di IPDN mengikuti pelatihan bela negara dan wajib militer. Nantinya setelah praja IPDN mengikuti wajib militer selama 8 bulan, maka bisa mengisi posisi di Komandan Koramil TNI. Apabila tenaganya dibutuhkan. "Kalau posisi Komandan Koramil kosong, IPDN bisa masuk. Setidaknya dia bisa pegang senjata," katanya.
Sekadar informasi, IPDN adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi kedinasan dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri. Adanya lembaga tersebut bertujuan mempersiapkan kader pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di pusat. (cr2/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
