
Ilustrasi
JawaPos.com - Pretty Juliana Ningsih Hasibuan (32) sejak ditinggal suami diduga mengalami depresi sangat mendalam. Akibat tekanan yang dialaminya itu dia dengan tega membunuh anak semata wayangnya Muhammad Altahir, Minggu (15/1). Perbuatannya itu membuat geger warga Jalan Besar Medan-Delitua, Gang Dahlia Ujung, Lingkungan V, Desa Suka Makmur, Delitua, Deliserdang, Sumut.
Kejadian terkuak saat tetangga pelaku, Dewi (30) yang heran melihat dua anak-anak, Jafa (10) dan Radit (8) keluar dari TKP sembari menangis dan minta tolong. “Kemudian saya masuk ke dalam rumah dan sudah melihat anaknya Pretty tewas. Pretty di samping, pegang dua buah pisau dapur," kata Dewi yang dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa (17/1).
Kini pasca membunuh anak kandungnya, Pretty Juliana Ningsih Hasibuan terpaksa dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pemprov Sumut Prof Dr M Ildrem di Jalan Tali Air, Medan Tuntungan. Sebab, saat diperiksa penyidik, jawaban pelaku selalu ngawur.
"Saat diperiksa, pelaku tidak nyambung. Ditanya A, jawabnya pelaku B. Sehingga petugas kesulitan memeriksanya. Karena itu pelaku belum bisa kita periksa, jadi dibawa ke RS jiwa, Minggu (15/1) pukul 22.00 WIB," ujar Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna.
Selain tidak nyambung, dikirimnya pelaku untuk observasi. Untuk mendalami dugaan depresi yang dialami pelaku. "Disana pelaku akan diobeservasi apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak. Kalau tidak (gila), proses hukum dilanjutkan," kata dia.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu M Rian mengatakan, pelaku memang telah menunjukkan sikap atau tingkah laku aneh. Itu setelah ditinggal oleh suaminya.
Informasi itu berdasarkan keterangan dari keluarga pelaku. Bahkan, sikap aneh itu terjadi sejak Agustus 2016 lalu. “Pelaku juga kerap mencabut rambutnya ketika dalam kondisi seorang diri,” ujar Rian.
Menurut Rian, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil observasi dari RSJ. "Jika memungkinkan hari ini hasil observasi keluar dari rumah sakit jiwa, kita tunggu. Pengembangan hari ini kita masih terus mendalami keterangan saksi-saksi,” beber Rian.
Pantauan Sumut Pos di tempat kejadian perkara (TKP) yang juga rumah saudara kandung pelaku, Sutan Hasibuan (39), ramai dikunjungi kerabat. Salah satu tukang mandi mayat korban mengatakan, jenazah Muhammad Altahir (2,5) sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) daerah Johor. "Kondisi korban tidak memungkinkan, makanya cepat kebumikan," kata tukang mandi mayat sembari meminta namanya tidak dicantum.
Selain kerabat, keluarga dekat hingga orang tua pelaku juga mendatangi kediaman tersebut. Sayangnya, wartawan yang berniat wawancara ditolak dan diusir salah seorang keluarga. "Kami sudah dapat musibah gini, apa kalian tidak tahu. Ini malah disebarluaskan lagi. Tega kalian," cetus salah seorang keluarga sembari menutup pintu rumah. (ted/ala/iil/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
