Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 09.30 WIB

Imbauan Dewan Masjid Indonesia untuk FPI soal Demo

Massa FPI menuju Mabes Polri untuk berdemo menuntut pencopotan Kapolda Jabar. - Image

Massa FPI menuju Mabes Polri untuk berdemo menuntut pencopotan Kapolda Jabar.

JawaPos.com - Belakangan aksi demonstrasi dari sejumlah unsur masyarakat mulai marak. Terbaru siang kemarin, Front Pembela Islam (FPI) berunjukrasa di Mabes Polri.


Menanggapi hal itu, Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), Imam Addaruquthni menerangkan, berdemo itu harus dilakukan dengan beradab. Dan tak perlu ada kekerasan yang berujung anarkitis.


Menurut dia, apa yang telah dilakukan FPI sudahlah bagus. Karena tidak ada kekerasan dan berjalan aman hingga membubarkan diri. "Itukan bagian dari penyampaian aspirasi, sah-sah saja. Kan sudah disampaikan ke Mabes Polri, teman-teman di Mabes kan disampaikan ke pimpinan tuntutan massa itu," kata dia saat dihubungi, Senin (16/1).


Pria yang juga sebagai tokoh Muhammadiyah itu menambahkan, unjuk rasa harus dilakukan dengan tertib, damai dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dewan Masjid, kata dia, mendukung aksi unjuk rasa oleh masyarakat selama dilakukan sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.


Dan sebaliknya, kata dia, Dewan Masjid menolak keras aksi oleh siapapun yang dilakukan dengan tindak kekerasan. "Jangan sampai aksi dilakukan dengan disertai kericuhan atau kekerasan karena yang akan dirugikan oleh masyarakat umum,” ujarnya.


Untuk itu, Dewan Masjid mendukung Polri dalam upaya menegakkan hukum. Menurutnya, hal itu penting agar terjamin keamanan dan kepastian hukum. “Siapa pun yang melanggar hukum harus ditindak tegas. Dengan rekam jejaknya yang baik, saya percaya Kapolri Jenderal Tito dapat melakukan hal itu,” tegas Imam.


Untuk penyampaian pendapat kata dia, bukan hanya FPI, tapi unsur-unsur masyarakat lainnya juga harus selalu damai dalam menyampaikan pendapat.


Imam juga berkata, Dewan Masjid Indonesia menghimbau semua pihak dapat bersama-sama menciptakan suasana kondusif, dan menghindari provokasi serta ujaran-ujaran yang dapat menghasut dan berdampak negatif.


“Mari kita jaga dan perkuat suasana kondusif, dan jauhkan dari upaya-upaya provokatif dan ujaran menghasut atau kebencian,” tukas dia. (elf/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore