
TRAGIS: Bentrokan masih saja terjadi di Syria. Anak-anak pun menjadi korbannya.
JawaPos.com - Harapan damai terbit di Syria. Kemarin (16/1) oposisi bersenjata menyatakan kesanggupan untuk terlibat dalam dialog damai yang diprakarsai Turki dan Rusia tersebut. Sebelumnya, Presiden Syria Bashar Al Assad mengutarakan kesediaannya. Dialog damai itu akan digelar pada 23 Januari.
”Seluruh anggota oposisi bersenjata akan datang. Semuanya sudah sepakat,” kata Mohammad Alloush, salah seorang petinggi Jaish Al Islam (Tentara Islam). Dia mengaku berbicara atas nama kelompok-kelompok oposisi bersenjata yang lain. Rencananya dialog damai itu berlangsung di Kota Astana, Kazakhstan. Negara itu dipilih sebagai tuan rumah karena dianggap netral.
”(Dialog damai di) Astana adalah sebuah proses untuk mengakhiri pertumpahan darah yang disebabkan rezim (Assad) dan sekutu-sekutunya. Kami sangat ingin rangkaian kejahatan ini segera berakhir,” ungkap Alloush. Hal yang sama dipaparkan Ahmad Al Othman dari faksi oposisi bersenjata Sultan Murad. Dia menyatakan bahwa kelompoknya siap mendukung keputusan bersama oposisi bersenjata.
Nanti Alloush memimpin delegasi oposisi dalam pertemuan yang dihadiri Rusia dan Turki tersebut. Saat ini oposisi bersenjata masih menyusun daftar delegasi yang akan melibatkan semua faksi tersebut. Oposisi yang sejak awal menentang segala bentuk dialog dengan rezim Assad akhirnya bersedia duduk satu meja dengan ”lawan.” Kabarnya, Turki-lah yang membujuk mereka untuk hadir dalam pertemuan penting itu.
Di tempat terpisah, Free Syrian Army (FSA) yang memayungi beberapa kelompok oposisi bersenjata menyatakan bahwa oposisi punya agenda lain yang penting disampaikan dalam dialog damai. Yakni, pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Assad. ”Ini akan membuktikan keseriusan Rusia sebagai pihak penjamin dalam dialog damai tersebut,” kata salah seorang petinggi FSA.
Zakaria Malahifji dari kelompok Fastaqim mengungkapkan, pihaknya juga akan mengangkat isu tentang tahanan dalam dialog nanti. Sejauh ini, nasib para pejuang oposisi maupun warga sipil yang tertangkap pasukan pemerintah belum jelas. Rezim Assad menjadikan sebagian besar di antara mereka sebagai tahanan. Tapi, kabarnya, juga tidak sedikit yang dieksekusi mati. ”Kami harus membahas hal tersebut,” tegasnya.
Sejak 30 Desember, gencatan senjata yang digagas Turki dan Rusia berlaku di seantero Syria. Meski tetap diwarnai konflik berskala kecil di beberapa area, gencatan senjata tersebut sukses meredam gejolak. Setidaknya mengurangi frekuensi pertempuran dan memberikan peluang bagi organisasi-organisasi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kepada warga sipil. (AFP/Reuters/hep/c10/sof/tia)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
