Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 05.17 WIB

PBFC Angkat Suara Soal Isu Miring Kepindahan Abdul Aziz

Nabil Husein Said Amin kesal dengan nada miring soal bergabungnya Abdul Aziz ke PBFC. - Image

Nabil Husein Said Amin kesal dengan nada miring soal bergabungnya Abdul Aziz ke PBFC.

JawaPos.com - Mantan pelatih Persiba Balikpapan, Jaino Matos, dianggap sebagai dalang di balik kepindahan Abdul Aziz ke Pusamania Borneo FC. Kabar itu langsung mendapat reaksi keras dari Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin.


Jaino memang sempat menjadi asisten pelatih Iwan Setiawan kala mengarsiteki PBFC pada Piala Presiden 2015. Jaino akhirnya menjadi karteker setelah pelatih utama mengundurkan diri lantaran takluk dari PS TNI. Tidak lama setelah menukangi tim berjuluk Pesut Etam, pria kelahiran Brasil itu melabuhkan diri ke Balikpapan.


Resmi menjadi pelatih utama Beruang Madu, bukan berarti hubungan manajemen PBFC dengan pria kelahiran 27 Oktober 1979 itu putus. Hijrahnya Abdul Aziz dari Persiba ke Segiri pekan ini dituding pihak manajemen Persiba lantaran tekanan dari Jaino.


Manajemen menilai, penggawa yang identik dengan nomor punggung 88 itu telah sepakat mengarungi kompetisi musim 2017 berseragam biru. Namun, kubu Beruang Madu menduga, tekanan dari Jaino membuat pemain berposisi gelandang itu, akhirnya, beralih ke Pesut Etam.


Menanggapi klaim tersebut, Nabil angkat bicara. Pada dasarnya, hijrahnya pemain dari satu klub ke klub lain adalah hal lumrah. “Apalagi Aziz sudah tidak ada kontrak di Persiba. Menurut saya, isu tersebut tidak jelas. Mereka terlalu berlebihan sampai begitu curiga dengan Jaino,” tegasnya.


Nabil melanajutkan, sudah sepatutnya setiap klub menghargai apapun keputusan pemain. Seperti hengkangnya beberapa pilar Pesut Etam. Diketahui, Zulkifli Syukur memilih ke PSM dan Jefri Kurniawan ke Persija. Manajemen tim Kota Tepian pun mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Klub harus menghormati setiap keputusan pemain, selama belum ada kontrak mengikat,” tegasnya.


Nabil pun enggan terlalu menggubris. Dia ingin tetap fokus memprioritaskan Pesut Etam. “Saya tidak peduli, itu bukan urusan mereka. Intinya, Aziz bermain untuk Borneo,” tutupnya.


Senada, Manajer PBFC Farid Abubakar menjelaskan, masalah transfer Abdul Aziz ke PBFC, seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, menurut dia, wajar bagi seorang pemain memilih jalan karier ke depan. “Kenapa tidak permasalahkan mengenai transfer Patrich Wanggai, Faturahman, dan beberapa pemain lain? Mereka juga sudah sepakat bergabung dengan Borneo pada 2017 ini,” sebutnya, kemarin.


“Itu karena Abdul Aziz adalah pemain Persiba Balikpapan. Sebenarnya untuk saya pribadi, transfer pemain itu hal wajar, jadi tidak perlu untuk dibesar-besarkan,” timpalnya. (asp/bby/k8/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore