
Nabil Husein Said Amin kesal dengan nada miring soal bergabungnya Abdul Aziz ke PBFC.
JawaPos.com - Mantan pelatih Persiba Balikpapan, Jaino Matos, dianggap sebagai dalang di balik kepindahan Abdul Aziz ke Pusamania Borneo FC. Kabar itu langsung mendapat reaksi keras dari Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin.
Jaino memang sempat menjadi asisten pelatih Iwan Setiawan kala mengarsiteki PBFC pada Piala Presiden 2015. Jaino akhirnya menjadi karteker setelah pelatih utama mengundurkan diri lantaran takluk dari PS TNI. Tidak lama setelah menukangi tim berjuluk Pesut Etam, pria kelahiran Brasil itu melabuhkan diri ke Balikpapan.
Resmi menjadi pelatih utama Beruang Madu, bukan berarti hubungan manajemen PBFC dengan pria kelahiran 27 Oktober 1979 itu putus. Hijrahnya Abdul Aziz dari Persiba ke Segiri pekan ini dituding pihak manajemen Persiba lantaran tekanan dari Jaino.
Manajemen menilai, penggawa yang identik dengan nomor punggung 88 itu telah sepakat mengarungi kompetisi musim 2017 berseragam biru. Namun, kubu Beruang Madu menduga, tekanan dari Jaino membuat pemain berposisi gelandang itu, akhirnya, beralih ke Pesut Etam.
Menanggapi klaim tersebut, Nabil angkat bicara. Pada dasarnya, hijrahnya pemain dari satu klub ke klub lain adalah hal lumrah. “Apalagi Aziz sudah tidak ada kontrak di Persiba. Menurut saya, isu tersebut tidak jelas. Mereka terlalu berlebihan sampai begitu curiga dengan Jaino,” tegasnya.
Nabil melanajutkan, sudah sepatutnya setiap klub menghargai apapun keputusan pemain. Seperti hengkangnya beberapa pilar Pesut Etam. Diketahui, Zulkifli Syukur memilih ke PSM dan Jefri Kurniawan ke Persija. Manajemen tim Kota Tepian pun mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Klub harus menghormati setiap keputusan pemain, selama belum ada kontrak mengikat,” tegasnya.
Nabil pun enggan terlalu menggubris. Dia ingin tetap fokus memprioritaskan Pesut Etam. “Saya tidak peduli, itu bukan urusan mereka. Intinya, Aziz bermain untuk Borneo,” tutupnya.
Senada, Manajer PBFC Farid Abubakar menjelaskan, masalah transfer Abdul Aziz ke PBFC, seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, menurut dia, wajar bagi seorang pemain memilih jalan karier ke depan. “Kenapa tidak permasalahkan mengenai transfer Patrich Wanggai, Faturahman, dan beberapa pemain lain? Mereka juga sudah sepakat bergabung dengan Borneo pada 2017 ini,” sebutnya, kemarin.
“Itu karena Abdul Aziz adalah pemain Persiba Balikpapan. Sebenarnya untuk saya pribadi, transfer pemain itu hal wajar, jadi tidak perlu untuk dibesar-besarkan,” timpalnya. (asp/bby/k8/ira/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
