
TERGENANG: Kondisi banjir yang menggenangi rumah warga Dawarblandong, Mojokerto.
JawaPos.com- Bencana seolah tak henti-hentinya menghantui kawasan Mojokerto dan sekitarnya. Setelah longsor dan banjir terus-menerus mendera kawasan selatan Mojokerto sepekan lalu, bencana ternyata kembali mengancam warga di kawasan utara. Tepatnya di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Tak kurang dari enam rumah di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, dan 23 rumah di Dusun Balong, Desa Banyulegi, harus berhadapan dengan banjir yang mampir ke wilayah tersebut setiap tahun. Air Sungai Lamong yang meluap tak mampu dibendung sehingga merendam kawasan Mojokerto paling utara itu.
Kondisi tersebut sungguh menyengsarakan warga sekitar. Aktivitas mereka menjadi terganggu. Pembuatan tanggul dan normalisasi sungai sebagai solusi yang dijanjikan Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jawa Timur dua tahun silam pun tak kunjung terealisasi.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, luapan air mulai muncul pada Minggu (15/1) pukul 01.00. Saat itu air sudah meluber ke persawahan warga yang berada di utara permukiman, tepatnya di bantaran Sungai Lamong.
Sekitar pukul 04.00 air berangsur-angsur memasuki permukiman hingga mencapai ketinggian 70 sentimeter. ”Tadi malam saatsaya lihat dengan senter (lampu, Red), airnya sudah sampai sawah. Dari situ, warga sudah paham kalau air pasti akan naik. Ternyata benar,’’ kata Marzuki, ketua RT di Dusun Balong.
Dia menjelaskan, banjir selalu rutin menggenangi permukimannya setiap tahun. Terutama saat musim hujan tiba. Tak kurang dari 5–7 kali setiap bulan atau sejak November–Februari, sungai selalu pasang dan menggenangi rumah warga. Kondisi seperti itu sudah disadari warga. Jadi, mereka tak terlalu kaget saat air datang. Bahkan, mereka sudah hafal bagaimana cara mengevakuasi diri dan harta bendanya.
’’Kalau setahun sihnggak bisa dihitung. Mungkin sebulan bisa 7 kali air meluap,’’ terangnya. Marzuki mengaku sudah tidak bisa menghindari luapan air selain menyelamatkan diri. Sebab, Kali Lamong yang mengalir dari Jombang hingga Surabaya tersebut tak memiliki tanggul sebagai penahan arus air.
Menurut dia, satu-satunya jalan untuk mengatasi banjir di dusunnya adalah normalisasi dan pembangunan tanggul. ’’BPBD sebenarnya sempat bilang dua tahun lalu, tapi tak ada realisasi,’’ imbuhnya. (far/ris/c5/end)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
