Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 04.03 WIB

Soal Penghinaan Pancasila, Menhan Bulan Depan Terbang ke Australia

Ryamizard Ryacudu - Image

Ryamizard Ryacudu

JawaPos.com - Penghentian sementara kerjasama antara TNI dengan militer Australia harus secepatnya diselesaikan dan dicari titik temunya.

Oleh sebab itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku, pada bulan Febuari 2017, akan bertolak ke negeri kangguru untuk membahas masalah penghentian kerja sama TNI dengan militer Australia.

"Bulan depan (Febuari). Kita akan lihat yang marinir (Australia) itu apa (menghina Pancasila)," ujar Ryamizard di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (16/1).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menambahkan, bukan keinginan dirinya untuk bertolak ke Australia. Melainkan berdasarkan pada undangan, sehingga masalah tersebut bisa secepatnya diselesaikan sehingga tidak menjadi berlarut-larut.

"Undangan dari sana (pemerintah Australia)," katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan kedaulatan Indonesia telah dihina oleh militer Australia, lantaran Pancasila telah diplesetkan menjadi pancagila.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen TNI Wuryanto, mengatakan kerja sama militer yang dihentikan sementara adalah, latihan perang, pertukaran perwira, dan pelatihan bahasa. (cr2/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore