
Ilustrasi
JawaPos.com - Dua pengangguran bernama Iwan Setiawan, 35, dan Deni Firmansyah, 22, digelandang tim Resmob Polda Metro Jaya. Keduanya yang diduga kuat sebagai anggota komplotan begal motor asal Lampung. Mereka ditangkap lantaran kedapatan memiliki senjata api tanpa izin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan kedua pemuda itu ditangkap saat sedang tidur di rumah kontrakannya di Kampung Cijengir Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang Banten, pada Minggu dini hari (15/1).
”Keduanya kedapatan memiliki senjata api jenis revolver rakitan berikut empat butir peluru kaliber 9 milimeter. Disita juga satu senjata tajam, satu kunci letter T, satu unit tank, dan satu kunci kendaraan, ” terang Argo.
Dari hasil penyelidikan dan penyidikan tim Resmob Polda Metro Jaya, senpi tersebut memang hendak digunakan untuk melakukan kejahatan. Namun kedua pemuda itu sudah keburu ditangkap sebelum beraksi. Kepada penyidik, Iwan dan Deni mengaku membeli senpi rakitan dari seorang pria yang biasa disebut Bejo.
Kontan Bejo diburu Tim Resmob saat itu juga. Tak lama polisi berhasil menangkap Bejo masih di kawasan Kabupaten Tangerang. Dari pengakuan Iwan dan Deni, mereka memang berencana melakukan pencurian atau perampasan motor di Jakarta, sedangkan senpi tersebut mereka persiapkan untuk menjaga diri kalau sampai ketahuan pemilik motor atau warga.
”Dari pengakuan mereka, memang berencana akan mencuri sepeda motor di seputaran Jakarta dan sekitarnya,” kata Argo. Menurut Argo, mereka terdeteksi sebagai Dari penelusuran petugas, keduanya merupakan komplotan begal motor jaringan Lampung. Dalam setiap aksi kejahatannya memang selalu memnyiapkan senjata api.
Kepada penyidik, kedua pelaku mengakui pembagian tugas diantara mereka, yakni Iwan bertugas sebagai pemetik, sedangkan Deni yang mengawasi keadaan lengkap dengan senpinya.
Dilanjutkan Argo, setelah menangkap Iwan dan Deni, saat pihaknya masih mengejar dan memburu Andre yang menjadi anggota komplotan begal motor asal Lampung ini. Saat ini Iwan dan Deni dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak ?dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (ind/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
