
Helder Lobato usai jalani tes medis bersama PBFC
JawaPos.com - Pusamania Borneo FC (PBFC) bisa dibilang sangat ketat dalam perekrutan pemain. Hal ini dilakukan mereka agar tak membeli kucing dalam karung.
Hal itu diberlakukan juga kepada salah satu striker anyarnya, Helder Lobato. Sebelum gabung dengan Pesut Etam, striker asal Brasil itu menjalani tes medis.
PBFC sendiri memang sengaja melakukan seleksi ketat. Sebab, mereka ingin mendatangkan pemain yang benar-benar berkualitas baik skill maupun fisiknya.
"Ini sudah standar kami, sebelum kontrak kami harus check medical dulu, semua akan diketahui di sini, saya pikir ini normal dilakukan dalam sepak bola," kata Presiden PBFC, Nabil Husein, dikutip laman resmi klub.
Wajar memang PBFC melakukan seleksi ketat kepada Lobato. Sebab, mereka harus mengeluarkan uang transfer sebesar 40 ribu dolar AS untuk menebusnya dari klub Jordania, Al-Wehdat.
"Mungkin paling telat jika hasil medis sudah diketahui, dia akan bergabung dengan tim Selasa atau Rabu di Samarinda. Semoga dia bisa membuktikan kelasnya sebagai pemain yang berkualitas," tandas dia. (ies/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
