Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 01.49 WIB

Imbas Banjir, Infrastruktur Rusak Berat

SATU ARAH: Warga melintas di atas jembatan Sedodol di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, yang jebol Minggu (15/1) siang. - Image

SATU ARAH: Warga melintas di atas jembatan Sedodol di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, yang jebol Minggu (15/1) siang.

KRATON - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir, berimbas pada kerusakan sejumlah infrastruktur di wilayah setempat. Mulai dari jalan raya yang berlubang, hingga jembatan yang sebagian sisinya jebol.


Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kerusakan jalan tersebut tak hanya di jalan provinsi atau nasional. Tetapi, juga merambah di jalan kabupaten dan desa. Arus air dan genangan menyebabkan aspal tergerus dan berlubang.


Begitu juga dengan jembatan, ada yang ambrol dan retak.    Kondisi itu seperti terpantau di jembatan Sedodol yang sejatinya baru direhab 2015 silam lantaran salah satu fondasinya mengalami ambles, kala itu.


Banjir yang menerjang Pasuruan Rabu (11/1) lalu, mulanya hanya merusak aspal di tengah jembatan. Namun, kini kondisinya kian parah. Sebagian sisi jembatan ambles.


Walhasil, jembatan setempat pun kini hanya difungsikan satu arah. Untuk sementara, kendaraan berat seperti truk juga tak boleh melintas. “Jembatan ini ditutup untuk kendaraan besar sejak Kamis (12/1) pagi.


Jembatan ambles imbas terus menerus digerus air dari sungai Welang,” beber Heri Supriyanto, kades Plinggisan. Hal serupa juga terjadi di jembatan Grati yang berlokasi di Kelurahan Gratitunon.


Lokasinya hanya berjarak 50 meter dari Puskesmas dan Mapolsek Grati. Jembatan tersebut mengalami keretakan di bagian sambungan jalan. Meski masih bisa dilewati, retaknya jembatan tersebut membuat khawatir pengguna jalan yang melintas.


“Kerusakannya terjadi setelah banjir menerjang Jumat (13/1) malam. Saat itu, banjir sampai ketinggian lutut orang dewasa. Semula tak diketahui jembatan retak. Baru terlihat pada Sabtu (14/1) pagi,” beber Wahono, warga sekitar.


Banjir di Grati, lanjut Wahono, memang cukup parah. Sebab, dua kali terjadi dalam rentan waktu tak lebih dari 3 hari. Banjir pun ikut mengganggu pelayanan. Di antaranya Puskesmas Grati.


Akibat banjir, pasien di puskesmas setempat sempat diungsikan ke sejumlah puskesmas seperti Rejoso, Lekok, sampai RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan. Menurut Kapolsek Grati AKP Suyitno, banjir yang melanda Grati Jumat malam adalah yang terbesar ketimbang sebelumnya.


“Markas (mapolsek) kami selama puluhan tahun tidak pernah kemasukan banjir. Baru waktu itu terjadi (banjir Jumat malam) dan tingginya 60 sentimeter,” beber perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya tersebut.


Alhasil, Sabtu pagi anggotanya kerja bakti bersih-bersih mapolsek. Tidak ada kerusakan yang berarti imbas banjir tersebut. “Hanya beberapa ikan di kolam, terlepas karena terbawa banjir,” terang Suyitno.


Bukan hanya di kawasan Pasuruan Timur. Sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Pasuruan-Probolinggo atau pantura, ikut rusak. Akibat diterjang arus air, aspal mengelupas banyak ditemui. Begitu juga dengan lubang yang berdiameter besar.


Kerusakan jalur provinsi ini juga merambat sampai menuju jalan di sepanjang Kota Pasuruan. Jalan berlubang ini, paling rentan terjadi di tepian. Termasuk bekas tambalan dari PDAM Kota Surabaya.


Sejumlah tambalan aspal di lubang yang dilakukan beberapa waktu lalu, kembali rusak. Kondisi ini membahayakan pengendara, khususnya roda dua.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore