
SATU ARAH: Warga melintas di atas jembatan Sedodol di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, yang jebol Minggu (15/1) siang.
KRATON - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir, berimbas pada kerusakan sejumlah infrastruktur di wilayah setempat. Mulai dari jalan raya yang berlubang, hingga jembatan yang sebagian sisinya jebol.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kerusakan jalan tersebut tak hanya di jalan provinsi atau nasional. Tetapi, juga merambah di jalan kabupaten dan desa. Arus air dan genangan menyebabkan aspal tergerus dan berlubang.
Begitu juga dengan jembatan, ada yang ambrol dan retak. Kondisi itu seperti terpantau di jembatan Sedodol yang sejatinya baru direhab 2015 silam lantaran salah satu fondasinya mengalami ambles, kala itu.
Banjir yang menerjang Pasuruan Rabu (11/1) lalu, mulanya hanya merusak aspal di tengah jembatan. Namun, kini kondisinya kian parah. Sebagian sisi jembatan ambles.
Walhasil, jembatan setempat pun kini hanya difungsikan satu arah. Untuk sementara, kendaraan berat seperti truk juga tak boleh melintas. “Jembatan ini ditutup untuk kendaraan besar sejak Kamis (12/1) pagi.
Jembatan ambles imbas terus menerus digerus air dari sungai Welang,” beber Heri Supriyanto, kades Plinggisan. Hal serupa juga terjadi di jembatan Grati yang berlokasi di Kelurahan Gratitunon.
Lokasinya hanya berjarak 50 meter dari Puskesmas dan Mapolsek Grati. Jembatan tersebut mengalami keretakan di bagian sambungan jalan. Meski masih bisa dilewati, retaknya jembatan tersebut membuat khawatir pengguna jalan yang melintas.
“Kerusakannya terjadi setelah banjir menerjang Jumat (13/1) malam. Saat itu, banjir sampai ketinggian lutut orang dewasa. Semula tak diketahui jembatan retak. Baru terlihat pada Sabtu (14/1) pagi,” beber Wahono, warga sekitar.
Banjir di Grati, lanjut Wahono, memang cukup parah. Sebab, dua kali terjadi dalam rentan waktu tak lebih dari 3 hari. Banjir pun ikut mengganggu pelayanan. Di antaranya Puskesmas Grati.
Akibat banjir, pasien di puskesmas setempat sempat diungsikan ke sejumlah puskesmas seperti Rejoso, Lekok, sampai RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan. Menurut Kapolsek Grati AKP Suyitno, banjir yang melanda Grati Jumat malam adalah yang terbesar ketimbang sebelumnya.
“Markas (mapolsek) kami selama puluhan tahun tidak pernah kemasukan banjir. Baru waktu itu terjadi (banjir Jumat malam) dan tingginya 60 sentimeter,” beber perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya tersebut.
Alhasil, Sabtu pagi anggotanya kerja bakti bersih-bersih mapolsek. Tidak ada kerusakan yang berarti imbas banjir tersebut. “Hanya beberapa ikan di kolam, terlepas karena terbawa banjir,” terang Suyitno.
Bukan hanya di kawasan Pasuruan Timur. Sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Pasuruan-Probolinggo atau pantura, ikut rusak. Akibat diterjang arus air, aspal mengelupas banyak ditemui. Begitu juga dengan lubang yang berdiameter besar.
Kerusakan jalur provinsi ini juga merambat sampai menuju jalan di sepanjang Kota Pasuruan. Jalan berlubang ini, paling rentan terjadi di tepian. Termasuk bekas tambalan dari PDAM Kota Surabaya.
Sejumlah tambalan aspal di lubang yang dilakukan beberapa waktu lalu, kembali rusak. Kondisi ini membahayakan pengendara, khususnya roda dua.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
