
PENGANTIN BASAH: Rovidin Riza melintasi banjir dengan mengenakan pakaian pengantin lengkap. Suasana mirip pesta di kampung terapung.
Luapan Sungai Kandangan menggenangi Kelurahan Tambak Sarioso sejak Kamis (12/1) hingga Minggu (15/1). Tidak terkecuali pesta pernikahan Rovidin Riza dan Siti Harianti. Dalam pesta itu, kedua mempelai dan para tamu terpaksa ’’nyeker’’ alias tidak menggunakan alas kaki.
SALMAN MUHIDDIN
RIZA tidak pernah membayangkan hari bahagia itu berlangsung di tengah kepungan air. Apalagi, sepanjang dia tinggal di sana, baru kali ini banjir menggenangi rumahnya di perkampungan Tambak Sarioso. Bahkan, banjir juga mengacaukan pesta pernikahannya.
Meski demikian, jadwal telanjur disusun. Dalam kondisi apa pun, pesta tetap harus berlangsung. Kemarin pagi pasangan berbahagia tersebut juga diarak dengan berjalan kaki. Acara ngunduh mantu dilakukan dari rumah Siti di Tambak Osowilangon ke rumah Riza di Tambak Sarioso. Jaraknya tidak terlampau jauh. Hanya dipisahkan Sungai Kandangan. Arak-arakan dilangsungkan dengan tabuhan rebana remaja masjid setempat.
Dalam arak-arakan tersebut, air memang masih menggenang. Karena itu, pengantin dan pengiring harus pintar-pintar memilih jalan. Pertama, kedua mempelai harus melintasi Jembatan Branjangan. Para pengiring harus mlipir di pinggir jalan. Bergantian dengan truk-truk yang melintas. Maklum, di sana tidak ada jalur pedestrian. Sesampai di depan mulut gang rumah, Riza terpaksa mengelus dada. Tampaknya, ketinggian air masih 30 cm. Kalau dipaksakan berjalan kaki, baju pestanya bisa basah.
Untungnya, saat itu ada mobil tetangga yang hendak keluar kampung. Tetangga yang baik hati itu pun menawarkan tumpangan agar pengantin bisa sampai rumah. Lalu, bagaimana dengan iring-iringannya? ’’Ketinggalan di belakang,’’ kata Riza, lantas menepuk keningnya.
Panggung pelaminan yang didirikan di depan rumahnya pun bak geladak di kampung terapung. Para tamu yang hadir harus melintasi sungai ’’dadakan’’ untuk sekadar berfoto dengan pengantin. Mereka harus mengangkat celana dan rok untuk sampai di atas panggung. Sepatu yang dipakai pun harus dilepas. Hasilnya, acara pernikahan tersebut dilangsungkan dengan bertelanjang kaki.
Meski bencana melanda hari bahagia, pengantin tidak menunjukkan raut wajah kesal. Mereka justru terkekeh saat para tetangga menggoda mereka. Siti tidak sanggup menahan tawa saat prosesi foto. Keduanya harus suap-suapan. ’’Cie-cie,’’ teriak para tamu. Makanan belum dilahap Riza, sendok sudah ditarik. Suasana pun melumer.
Selesai melihat sesi foto, para tetangga berlanjut menguras rumahnya pakai ember dan gayung. Ada juga yang tidak mau ribet dengan mengoperasikan pompa. Sebelum azan duhur berkumandang, air mulai surut. Namun, air di dalam rumah warga masih seperti kolam.
Pria yang bekerja sebagai pegawai koperasi itu mengungkapkan, acara masih dilanjutkan saat malam tiba. Jadwal malam giliran teman-teman kerjanya yang bertamu. Riza hanya berharap hujan tidak lagi turun. Sebab, sejak akad nikah pada Jumat (13/1) kampungnya kebanjiran.
Bahkan, saat itu Riza tidak memakai baju pernikahan. Dia berangkat dari rumahnya dengan menggunakan baju biasa. ’’Sarungan. Ganti klambi nang kono (Pakai sarung. Ganti baju di sana, Red),’’ ucapnya.
Namun, Riza bisa mengambil hikmah dari musibah tersebut. Jika tidak banjir, pernikahannya bakal biasa-biasa saja. Namun, karena banjir, pernikahannya dikorankan dan masuk TV. ’’Aku yo kaget. Tapi dibikin seneng saja,’’ ungkapnya.
Tidak jauh dari lokasi, tentangga Riza juga melangsungkan pernikahan. Yakni, pasangan Desi Ratnasari dan Muhammad Abas. Namun, keduanya beruntung. Sebab, genangan sudah surut saat acara dilangsungkan siang.
Riza berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah itu secepatnya. Dia tidak ingin ada lagi pernikahan yang kebanjiran sebagaimana yang dialami. ’’Pemerintah harus kerja cepat. Tidak perlu saling menyalahkan,’’ jelasnya. (*/c15/git/sep/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
