
Mutasi di Lingkungan Polda Jatim
JawaPos.com – Gerbong mutasi perwira menengah di jajaran Polda Jatim kembali bergerak. Kali ini Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Adityawarman dipromosikan bakal mendapat tugas baru di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pergeseran posisi tersebut mengacu surat telegram Kapolri Nomor ST/114/1/2017 tertanggal 13 Januari. Selain Adityawarman, dua Kapolres di jajaran Polda Jatim di-rolling (selengkapnya lihat grafis).
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengungkapkan, mutasi tersebut merupakan hal yang wajar di tubuh Polri. Salah satunya adalah penyegaran organisasi. ”Hal itu biasa terjadi di dalam tubuh Polri,” ujarnya.
Pria asal Kalimantan Timur tersebut menjelaskan, semua anggota yang dimutasi kali ini mendapat kenaikan tingkat. Misalnya, pergantian dua Kapolres. Meski tetap menjadi Kapolres di Gresik, AKBP Boro Windu Danandito diberi jabatan yang derajatnya lebih tinggi. ”Sebab, kondisi di Gresik lebih kompleks daripada di Mojokerto,” ujarnya.
Begitu pula AKBP Adex Yudiswan. Kepindahannya ke Polres Metro Jakarta Barat membuat beban tugasnya semakin berat. Menurut Barung, hal itu semata-mata menjadi ujian untuk meraih jabatan yang lebih tinggi. Bahkan, Kombespol Adityawarman diproyeksikan untuk mendapatkan bintang di pundak alias pangkat jenderal. ”Jadi, pemindahan tersebut menjadi jembatan untuk jenjang karir yang lebih tinggi,” paparnya.
Dia berharap perpindahan itu bisa meningkatkan kinerja anggota sekaligus pelayanan publik. Khususnya jabatan Dirreskrimsus. Banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pejabat baru. Salah satunya adalah pemberantasan korupsi.
Tahun lalu Polda Jatim berhasil menguak praktik korupsi di Jatim. Yang paling mencolok adalah operasi tangkap tangan terhadap pegawai Kecamatan Kedundung, Sampang, Madura. Total barang bukti yang disita mencapai Rp 1,3 miliar.
Saat ini ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Selain Camat Kedundung A. Junaidi, penyidik dari subdit tipikor telah menetapkan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kedundung Kun Hidayat sebagai tersangka. Saat ini penyidikan terus berlangsung. ”Sangat mungkin, akan ada tersangka baru setingkat camat,” ucap Barung.
Tentu, hal itu menjadi PR yang harus diselesaikan. Apalagi, nilai kerugian negara terbilang cukup besar. Rencananya, pejabat yang dimutasi menempati tugas baru dua minggu setelah TR keluar. (aji/c16/fal/sep/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
