Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2017 | 00.41 WIB

Kontainer Bekas Jadi Cantik di Tangan Pemuda Kreatif

ASYIK: Kafe kontainer di SPBU Bunder menawarkan sensasi tersendiri. - Image

ASYIK: Kafe kontainer di SPBU Bunder menawarkan sensasi tersendiri.

JawaPos.com – Seni tak akan jauh dari dunia usaha. ”Permainan” seni arsitektur menjadi andalan pengusaha properti demi menggaet konsumen. Mereka berlomba-lomba menawarkan kreasi yang baru dan unik. Misalnya, properti kontainer.


Di jalanan Kota Pudak, banyak berjejer kotak warna-warni. Sekilas mirip bangunan biasa. Padahal, itu adalah kontainer-kontainer bekas yang disulap menjadi properti yang asyik. Mulai ruang kantor, ruang proyek, kafe, hingga pendingin ikan.


Kantor dari kontainer dapat ditemui di sekitar Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kotak biru tersebut menjadi pusat renovasi WEP. Selain untuk kantor administrasi, ruangan itu dimanfaatkan pekerja konstruksi untuk beristirahat.


’’Kami pernah membangun di Cerme. Digunakan untuk kantor pemasaran pengembang perumahan,’’ ungkap Dimas Rachman Pratama, project manager Murni Abadi Container, Sabtu (14/1) malam.


Pemuda 26 tahun tersebut adalah kreator kontainer untuk properti. Dia mengaku pernah menerima proyek di kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Pusat bisnis milik Pelindo III itu membangun beberapa ruang kantor dari kontainer. Misalnya, pos keamanan dan pekerja di Terminal Manyar Pelabuhan Gresik (TMPG).


Rumah kontainer di Pelabuhan Kalimireng juga difungsikan sebagai kantor pemantau bongkar muat pelabuhan. Kondisi berbeda terlihat di PT Kelola Mina Laut (KML). KML memanfaatkan kontainer sebagai tempat pendingin ikan.


Dimas mengaku kebanjiran order sejak beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2016, Murni Abadi Container membangun kompleks properti dari kontainer di 16 titik. Lokasinya tersebar di beberapa provinsi. Di antaranya, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jatim seperti Surabaya, Gresik, Bojonegoro, serta Jember. ’’Kami memasang jumlah unit kontainer yang berbeda-beda. Sesuai permintaan,’’ tuturnya.


Alumnus Unair tersebut melanjutkan, jika dihitung total, perusahaannya telah memoles lebih dari seratus kontainer menjadi properti. Nilai setiap kontainer memang berbeda-beda. Harga bergantung pada model, desain, dan aksesori. Untuk bangunan standar, nilainya mencapai sekitar Rp 15 juta per unit. ’’Untuk bisnis, lebih tinggi. Bisa Rp 85 juta per unit,’’ katanya.



Dari mana Dimas memperoleh bahan? Warga Perumahan GKB itu mengaku tak sulit mendapatkannya. Perusahaannya punya kenalan orang Singapura, yaitu pemilik kontainer-kontainer bekas di Tanjung Perak. Kontainer yang sekilas tampak lusuh didesain menjadi cantik dan menarik. (hen/c18/roz/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore