
JADIKAN SATU: Fatich Mubarok dari SD Muh 2 Taman mengikuti kompetisi dai cilik Minggu (15/1) di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.
JawaPos.com – Hari libur tidak membuat antusiasme ratusan siswa SD dan MI Muhammadiyah untuk beraktivitas di lingkungan sekolah hilang. Sebanyak 621 pelajar lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Sidoarjo berbondong-bondong ke auditorium SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Minggu (15/1).
Mereka datang untuk mengikuti Muhammadiyah Art & Ability Show (MAAS). Acara yang digagas para pengajar SD dan MI Muhammadiyah se-Sidoarjo tersebut menyajikan beragam lomba.
Salah satunya, kompetisi dai cilik yang terbagi menjadi dua kategori. Yakni, kategori kelas kecil (kelas I sampai III) dan kategori kelas besar (kelas IV sampai V).
’’Ini yang ikut ada 36 siswa dari 19 SD dan MI Muhammadiyah di Sidoarjo,’’ ujar Rahmad Hidayah, ketua pelaksana MAAS. Ada juga lomba tahfiz Alquran juz 30 dan olimpiade Ismuba atau Islam, kemuhammadiyahan, dan bahasa Arab.
Lomba yang terakhir tersebut diikuti tiap jenjang mulai kelas I sampai VI. ’’Lomba Islam itu mencakup pelajaran fikih, tarikh (sejarah Islam, Red), akidah akhlak, Alquran, dan hadis,’’ lanjut guru Ismuba di SD Muhammadiyah 2, Tulangan, itu.
Yang lain adalah lomba melukis bertema Indonesiaku. Peserta bebas melukis suasana lingkungan desa, pegunungan, atau laut. Ada juga lomba mewarnai gambar-gambar kalimat thoyibah.
Misalnya, alhamdulillah, subhanallah, dan Allahu Akbar. Tak ketinggalan, lomba kaligrafi, news reading, dan storytelling.
’’Ini sudah tahun ketiga untuk acara ini. Namun, baru kali ini semua lomba dijadikan satu,’’ terang Rahmad. Tahun sebelumnya, waktu penyelenggaraan masing-masing lomba memang terpisah sehingga tidak seramai kemarin.
’’Ada 123 panitia dari pengajar SD dan MI Muhammadiyah yang membantu,’’ lanjut Rahmad. Untuk jurinya, ada yang diambil dari luar lingkungan pengajar SD dan MI.
Misalnya, juri yang berkaitan dengan bahasa Inggris diambil dari dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Menurut Rahmad, banyak sekolah kecil di Sidoarjo yang selama ini belum mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi semacam ini. ’’Dengan acara ini, sekolah kecil bisa mulai menunjukkan hasil yang bagus di lingkungan sendiri (lingkungan sekolah Muhammadiyah, Red),’’ katanya.
Para siswa juga diajak menyiapkan diri menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Misalnya, provinsi atau nasional. ’’Pada Maret nanti di Umsida juga ada FAI (Fakultas Agama Islam) Got Talent tingkat provinsi,’’ terangnya.
’’Terus pada April nanti ada Muhammadiyah Education Award di Universitas Muhammadiyah Malang yang tingkatnya nasional,’’ imbuh Rahmad. (uzi/c7/pri/sep/JPG)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
