
KEJAR TARGET: Waktu pendaftaran sekolah-sekolah untuk meng- gelar UNBK berakhir 25 Januari mendatang.
JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan surat edaran (SE) tentang pelaksanaan ujian nasional tahun pelajaran 2016–2017. SE tersebut mendesak gubernur dan bupati/wali kota untuk memprioritaskan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di wilayah masing-masing. Dinas Pendidikan Jawa Timur pun menargetkan bisa menyelenggarakan UNBK secara menyeluruh di wilayah Jatim.
Kepala Dispendik Jatim Saiful Rachman menyatakan, melalui SE itu, Mendikbud mewajibkan seluruh sekolah yang memiliki komputer lebih dari 20 unit dan satu server agar melaksanakan UNBK. ’’Kecuali SLB, tetap ujian nasional manual,’’ tuturnya.
Saiful menyebut SMA/SMK yang siap melaksanakan UNBK mencapai 90 persen. Sebanyak 34 kabupaten/kota juga menyatakan siap UNBK 100 persen untuk SMK. Adapun empat daerah lainnya, yakni Situbondo, Bondowoso, Bangkalan, dan Pamekasan, tengah bersiap. Pendaftarannya, lanjut dia, berakhir pada 25 Januari. ’’Masih ada waktu,’’ katanya.
Untuk sekolah penyelenggara UNBK, kata dia, lembaganya harus sudah terakreditasi. Dengan begitu, sekolah-sekolah baru yang sudah memiliki komputer banyak tidak bisa serta-merta menjadi penyelenggara UNBK. Sekolah-sekolah yang belum terakreditasi, tambah dia, hanya bisa digunakan sebagai lokasi ujian.
Berbagai persiapan ujian nasional, kata Saiful, hampir siap semua. Pihaknya hanya menyayangkan keterlambatan prosedur operasional standar (POS) ujian nasional. ’’Memang terlambat sekali. Padahal, biasanya sudah ada POS di akhir Desember,’’ jelasnya.
Sementara itu, jumlah sekolah penyelenggara UNBK di Jatim terus bertambah. Kemarin (15/1) data spasial UNBK Kemendikbud menunjukkan bahwa ada 1.692 SMA/SMK di Jatim yang mendaftar sebagai sekolah penyelenggara UNBK. Perinciannya, 536 SMA dan 1.156 SMK. Adapun 798 SMA dan 508 SMK masih tercatat non-UNBK. Di sisi lain, ada 25 SMA dan 56 SMK yang bergabung.
Meski begitu, masih ada sekolah di Jatim yang akan menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas. Terutama sekolah di wilayah kepulauan. Yakni, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sumenep. Di Gresik terdapat empat lembaga SMA, delapan MA, dan satu SMK. Di Sumenep terdapat 18 lembaga SMA, 29 MA, dan lima SMK. Sekolah-sekolah itu masih menggunakan ujian berbasis kertas. Sebab, sarana dan prasarananya belum mendukung. (puj/c15/jan/sep/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
