
KAPAN SURUT?: Siyati, warga Kedungpandan, Jabon, membawa tabung elpiji dengan melintasi genangan air, Minggu (15/1).
JawaPos.com – Empat desa di wilayah Kecamatan Jabon hingga kini masih bergelut dengan banjir. Sudah tujuh hari, rumah, tambak, dan sawah milik warga tergenang air. Jika tidak ada tindakan lebih lanjut, sangat mungkin genangan terus melebar.
Warga tentu makin menderita. Berdasar pengamatan Jawa Pos Minggu (15/1), genangan air masih terlihat di empat desa di Kecamatan Jabon. Yakni, Desa Kedungpandan, Semambung, Kupang, dan Balongtani. Rata-rata ketinggian air mencapai 20–30 cm.
Di Kedungpandan, air menggenangi jalan desa. Akses menuju Dam Golondoro itu pun tertutup air. Genangan air tersebut menyulitkan pengendara yang melintas. Sebab, batas antara jalan yang terbuat dari batu paving dan tambak menjadi tidak terlihat.
”Saya khawatir nyemplung,” ucap Priyadi, warga Kedungpandan. Luapan air yang berasal dari afvoer Golondoro itu juga membuat sejumlah rumah warga terendam. Di antaranya, rumah milik Siyati.
Saat ditemui, perempuan berusia 39 tahun itu bersama anaknya, Ila Kurniawati, sedang berjalan dengan membawa tabung elpiji 3 kilogram menuju rumahnya. ’’Sudah seminggu belum juga surut. Meja, kursi, serta perabotan rumah yang lain terendam,” ucap Siyati.
Genangan air tersebut membuat kulit kaki Siyati gatal-gatal. ”Soalnya harus kecek-kecek (berendam air) terus setiap hari,” lanjutnya.
Pantauan di afvoer Golondoro, aliran air sangat deras. Ketinggian air pun terus meningkat. Maklum, beberapa haril belakangan, hujan deras mengguyur wilayah Jabon. Belum lagi ditambah kiriman air dari wilayah Pasuruan.
Kerusakan Dam Golondoro tampak terlihat. Di antara lima pintu air, dua pintu masih berfungsi. Satu pintu ditutup dengan balok kayu. Adapun, dua pintu tersisa masih dibiarkan terbuka.
Di dekat dam, terdapat potongan besi berserakan. ”Itu pintu air yang jebol Kamis (12/1),” ujar Sunarman, salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Dam tersebut jebol lantaran tidak sanggup membendung kiriman air dari wilayah Pasuruan. Kerusakan bangunan penahan air itu membuat warga waswas. ”Apalagi yang punya tambak, ya pasti rugi,” jelas Sunarman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, untuk sementara dam yang jebol itu diberi balok kayu guna menghadang aliran air.
Namun, dia mengakui hingga kini baru satu pintu yang diberi balok kayu. Menurut Sigit, ada sejumlah kendala pemasangan balok-balok kayu itu. Pertama, akses menuju Golondoro sangat sulit.
Mau tidak mau petugas melewati jalan yang lebarnya hanya 5 meter. ”Truk tidak bisa dipakai untuk mengangkut kayu,” jelasnya.
Hambatan kedua, lanjut Sigit, terkait cuaca. Hingga kini, hujan terus mengguyur. Ditambah lagi air kiriman dari wilayah Pasuruan. Karena itu, petugas tidak bisa memasang balok kayu.
Mantan kepala dinas PU bina marga tersebut menegaskan, petugas kembali bekerja Senin (16/1). Dia berharap perbaikan pintu air bisa rampung. ”Semoga segera selesai,” tuturnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
