
Timo Scheunemann bersama jajaran manajemen Persiba Balikpapan.
JawaPos.com - Timo Scheunemann sudah resmi menjadi juru taktik Persiba Balikpapan bersama dua asisten pelatih, Bima Sakti dan Hariyadi. Dia berjanji akan membuat Persiba menampilkan permainan sepak bola yang sesungguhnya. Tidak lagi sepak bola pencak silat seperti pada ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.
Seperti diketahui, selama dilatih Jaino Matos pada ISC 2016, Persiba dikenal sebagai tim dengan permainan keras cenderung kasar. Tak jarang wasit harus merogoh kartu untuk para penggawa Beruang Madu. Hal itu yang coba diubah oleh Timo.
Dukungan dari sejumlah pihak, baik dari manajemen ataupun dukungan Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) secara langsung dan juga melalui media sosial, mendorong dirinya tak perlu berpikir panjang untuk berlabuh ke Persiba. Timo tiba di Balikpapan untuk pertama kalinya setelah 19 tahun silam ketika menjadi pemain asing pertama pada musim Liga Kansas 1997.
Beban bearat kini berada di pundak pelatih kelahiran Kediri Jawa Timur pada 29 November 1973 ini. Pasalnya, mengarungi musim ini Persiba harus menjadi tim musafir hingga stadion baru yang berada di Batakan selesai pengerjaan. Meski berstatus sebagai tuan rumah, namun akan terasa sebagai tim tamu setelah Beruang Madu memutuskan bermain di Stadion Gajayana Malang yang dipilih sebagai home base sementara putaran pertama musim 2017 ini.
Menyiasati hal tersebut, Timo pun bertekad untuk merekrut pemain yang memiliki tipikal keras tapi tidak keras. Artinya memiliki kriteria pemain pejuang yang memiliki mental baja. “Tahun ini Persiba tidak akan main di kandang (Balikpapan). Jadi pemain pejuang bertipikal keras akan menjadi kriteria. Tapi ingat, keras bukan berarti kasar. Penonton akan disajikan sepak bola bukan pencak silat seperti pertandingan musim lalu,” terang Timo saat diperkenalkan oleh Ketua Umum Persiba, Syahril HM Taher.
Tidak hanya itu, untuk menjadikan atmosfer Gajayana Malang seperti Balikpapan. Dia pun berencana akan mengumpulkan para mahasiswa Balikpapan yang tengah menempuh studi di Malang. “Akan mencari pimpinan mahasiswa Balikpapan di Malang, untuk bahu membahu mendukung Persiba ketika bermain di kandang (Gajayana, Red). Agar para pemain dapat motivasi tambahan,” katanya.
Hanya saja, dia menyadari atmosfer akan berbeda dari Balikpapan. “Sejujurnya saya juga ingin tim ini bermain di Balikpapan, meksi secara personal diuntungkan di Malang yang memang tempat saya,” ujarnya.
Sementara itu, pembentukan tim sendiri akan dilakukan dalam kurun waktu seminggu. Bahkan waktu satu bulan menjadi fokus pembentukan tim karena sekitar 60 persen merupakan wajah baru. “Semakin cepat semakin bagus. Memang saya meminta satu bulan fokus pembentukan tim,” tegasnya.
Untuk itu, dia pun enggan mengikuti turnamen pra musim. Apalagi pembentukan tim butuh waktu satu bulan. “Buat apa ikut turnamen atau try out kalau pemain belum padu. Karena tim dibentuk harus step by step sehingga bisa paham cara bermain. Setelah itu baru bisa ikut turnamen pra musim,” terangnya. (ham/san/ira/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
