Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 23.18 WIB

Persiba Akan Sajikan Permainan Sepak Bola, Bukan Pencak Silat

Timo Scheunemann bersama jajaran manajemen Persiba Balikpapan. - Image

Timo Scheunemann bersama jajaran manajemen Persiba Balikpapan.

JawaPos.com - Timo Scheunemann sudah resmi menjadi juru taktik Persiba Balikpapan bersama dua asisten pelatih, Bima Sakti dan Hariyadi. Dia berjanji akan membuat Persiba menampilkan permainan sepak bola yang sesungguhnya. Tidak lagi sepak bola pencak silat seperti pada ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.


Seperti diketahui, selama dilatih Jaino Matos pada ISC 2016, Persiba dikenal sebagai tim dengan permainan keras cenderung kasar. Tak jarang wasit harus merogoh kartu untuk para penggawa Beruang Madu. Hal itu yang coba diubah oleh Timo.


Dukungan dari sejumlah pihak, baik dari manajemen ataupun dukungan Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) secara langsung dan juga melalui media sosial, mendorong dirinya tak perlu berpikir panjang untuk berlabuh ke Persiba. Timo tiba di Balikpapan untuk pertama kalinya setelah 19 tahun silam ketika menjadi pemain asing pertama pada musim Liga Kansas 1997.


Beban bearat kini berada di pundak pelatih kelahiran Kediri Jawa Timur pada 29 November 1973 ini. Pasalnya, mengarungi musim ini Persiba harus menjadi tim musafir hingga stadion baru yang berada di Batakan selesai pengerjaan. Meski berstatus sebagai tuan rumah, namun akan terasa sebagai tim tamu setelah Beruang Madu memutuskan bermain di Stadion Gajayana Malang yang dipilih sebagai home base sementara putaran pertama musim 2017 ini.


Menyiasati hal tersebut, Timo pun bertekad untuk merekrut pemain yang memiliki tipikal keras tapi tidak keras. Artinya memiliki kriteria pemain pejuang yang memiliki mental baja. “Tahun ini Persiba tidak akan main di kandang (Balikpapan). Jadi pemain pejuang bertipikal keras akan menjadi kriteria. Tapi ingat, keras bukan berarti kasar. Penonton akan disajikan sepak bola bukan pencak silat seperti pertandingan musim lalu,” terang Timo saat diperkenalkan oleh Ketua Umum Persiba, Syahril HM Taher.


Tidak hanya itu, untuk menjadikan atmosfer Gajayana Malang seperti Balikpapan. Dia pun berencana akan mengumpulkan para mahasiswa Balikpapan yang tengah menempuh studi di Malang. “Akan mencari pimpinan mahasiswa Balikpapan di Malang, untuk bahu membahu mendukung Persiba ketika bermain di kandang (Gajayana, Red). Agar para pemain dapat motivasi tambahan,” katanya.


Hanya saja, dia menyadari atmosfer akan berbeda dari Balikpapan. “Sejujurnya saya juga ingin tim ini bermain di Balikpapan, meksi secara personal diuntungkan di Malang yang memang tempat saya,” ujarnya.


Sementara itu, pembentukan tim sendiri akan dilakukan dalam kurun waktu seminggu. Bahkan waktu satu bulan menjadi fokus pembentukan tim karena sekitar 60 persen merupakan wajah baru. “Semakin cepat semakin bagus. Memang saya meminta  satu bulan fokus pembentukan tim,” tegasnya.


Untuk itu, dia pun enggan mengikuti turnamen pra musim. Apalagi pembentukan tim butuh waktu satu bulan. “Buat apa ikut turnamen atau try out kalau pemain belum padu. Karena tim dibentuk harus step by step sehingga bisa paham cara bermain. Setelah itu baru bisa ikut turnamen pra musim,” terangnya. (ham/san/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore