
PASTIKAN DATA: Fathur Rosyid (kanan) mencari nama kakaknya di daftar nama pelanggar lalu lintas yang disidangkan di PN Sidoarjo pada Jumat (13/1).
JawaPos.com – Peserta sidang tilang dari hari ke hari berkurang. Namun, hal itu belum tentu mengindikasikan meningkatnya level kedisiplinan warga dalam berkendara.
Salah satu penyebabnya adalah semakin mudahnya persidangan bagi pelanggar lalu lintas di jalan atau yang terkena tilang. ”Pelanggar tidak perlu mengikuti sidang,” kata Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo Ifa Sudewi, Minggu (15/1).
Mereka tinggal menunggu pengumuman putusan pengadilan soal besaran denda yang harus dibayar. Para pelanggar bisa melihat di website pengadilan atau pengumuman yang ditempel di gedung pengadilan.
Ke depan pihak pengadilan memberitahukan besaran denda tersebut melalui SMS. Cara pembayaran denda diserahkan kepada pelanggar. Bisa dibayar tunai di kejaksaan saat mengambil barang bukti (BB) atau ditransfer ke rekening kejaksaan di bank.
Aturan baru itu membuat warga tidak repot. Mereka juga tidak perlu khawatir soal besaran denda. Sebab, denda yang harus dibayar sesuai dengan putusan hakim dalam pengadilan.
”Tidak ada perbedaan antara hadir langsung dalam sidang dan tidak,” tegasnya. Kebijakan baru itu tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas.
Pasal 4 aturan yang diundangkan pada 16 Desember 2016 tersebut secara tegas menyatakan bahwa sidang perkara pelanggaran lalu lintas yang diputus pengadilan dapat dilakukan tanpa hadirnya pelanggar.
Ifa menegaskan, perma tersebut hanya berlaku bagi warga yang kena tilang dan tidak bisa langsung membayar saat ditilang. Yang bisa langsung membayar denda pada hari terkena razia tidak perlu menunggu putusan pengadilan soal denda.
Mereka juga tidak perlu mengambil barang bukti (BB) kepada jaksa. ”Jadi, hal itu ditujukan untuk pelanggar yang memegang slip merah (tilang, Red),” katanya.
Tiap pekan, jumlah warga yang datang ke pengadilan untuk mengikuti sidang tilang memang berkurang. Pada Jumat (13/1), hanya 50 orang yang ikut sidang dan membayar denda di pengadilan.
Padahal, jumlah pelanggar aturan lalu lintas di jalanan Sidoarjo yang wajib sidang lebih dari 200 orang. Hakim yang menyidangkan tilang pun berkurang.
Awalnya, ada tiga hakim tunggal dalam tiga ruang berbeda, tapi sekarang tersisa satu. Sebab, jumlah pelanggar yang disidang tidak sampai 300 orang.
Salah seorang peserta sidang tilang adalah F. Rosyid. Dia mengikuti sidang sesuai dengan petunjuk dalam surat tilang. Bagi pelanggar yang tidak ikut sidang, hakim bisa membuat keputusan tanpa kehadiran mereka.
”Pelanggar bisa membayar denda dan mengambil barang bukti (BB) di kejaksaan,” ucap Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo I Wayan Sumertayasa. Bahkan, untuk mempermudah warga, mereka membuka layanan Easy Tilang di salah satu pusat perbelanjaan. (may/c16/pri/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022