Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 22.57 WIB

Nur Fauziyah, Penggagas Pusat Kajian dan Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (PKPABK) Unmuh Gresik

PERHATIAN: Nur Fauziyah membimbing anak-anak berkebutuhan khusus yang sedang bermain angklung di Universitas Muhammadiyah Gresik. - Image

PERHATIAN: Nur Fauziyah membimbing anak-anak berkebutuhan khusus yang sedang bermain angklung di Universitas Muhammadiyah Gresik.

Nur Fauziyah tiba-tiba jatuh hati kepada anak-anak kurang beruntung. Pernah tidur bersama anak-anak jalanan semasa kuliah, dia mendirikan PKPABK di Unmuh Gresik.



EKO HENDRI SAIFUL



DELAPAN anak tengah asyik memainkan angklung. Mereka lucu-lucu. Salah seorang anak iseng membunyikan alat musik itu. Anak lain tertawa. Mereka girang dan ceria.


Tingkah polah anak-anak tersebut membuat Nur Fauziyah tersenyum. Perempuan 38 tahun itu berusaha meredakan tawa mereka. Namun, kewalahan. Anak-anak kian ramai. Gara-gara berebut angklung, anak-anak berkebutuhan khusus tersebut malah hampir bertengkar.


”Ini memang mainan favorit anak-anak. Mereka suka musik,” kata Nur pekan lalu. Dosen matematika di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Gresik itu memperlihatkan beberapa alat musik di kampusnya. Ada gamelan, angklung, suling, dan sebagainya.


Alat-alat tersebut, kata ibu satu anak itu, memang menjadi aset anak-anak difabel. Pengelolanya PKPABK Unmuh Gresik. Melalui beragam peralatan, anak-anak diajari kreatif. Mulai bermain musik, komputer, hingga menulis.


Sebenarnya PKPABK belum genap setahun. Namun, manfaatnya bagi anak-anak difabel di Kota Pudak cukup besar. Setidaknya sudah ada 84 ABK yang bergantian berkunjung setiap hari. Mereka belajar dengan didampingi guru dari berbagai bidang.


Anak-anak itu datang dari berbagai kalangan. Baik keluarga mampu maupun miskin. Namun, PKPABK tidak mempersoalkannya. ”Kami tidak pernah mematok biaya dari wali murid. Seikhlasnya,” ungkap mantan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut. Nur punya peran besar dalam perjalanan PKPABK. Kemajuan pusat kajian itu bergantung pada aksinya yang notabene sebagai penggagas.


Membangun PKPABK sama dengan merangkai ribuan cerita. Semuanya berawal saat perempuan pengagum Dahlan Iskan itu berkuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Semasa belajar, dia bertemu dengan seorang anak jalanan yang masih balita. Dia diasuh orang tuanya di trotoar.


Hati Nur trenyuh. Istri Muhammad Amin itu lantas mendekati dan menggendongnya. Keinginannya menolong muncul. Setelah itu, dia berkomitmen membantu para anjal di Surabaya. Nur bahkan tidak mau tanggung-tanggung. Untuk mendekati, dia melakukan banyak cara. Termasuk menemaninya tidur berkali-kali. Dari situlah Nur tahu. Apa sebenarnya masalah anak-anak jalanan tersebut.


”Mereka sebenarnya punya rumah. Namun, tak mau pulang gara-gara ada problem,’’ ucapnya. Setelah lulus kuliah, dia pulang ke Gresik dan melamar menjadi dosen di Unmuh.


’’Saat di Gresik, saya sudah tidak lagi bertemu anjal. Tapi, malah ABK,” katanya kesal. Empatinya tergerak. Dia ingin mendirikan sebuah pusat kajian ABK di Unmuh. Anak-anak itu harus bisa bersekolah, belajar, sampai bekerja. ”Saya prihatin. Apalagi, banyak yang anak orang tidak mampu,’’ paparnya.


Nur lantas berkomunikasi dengan kampusnya. Niatnya disetujui. PKPABK dibentuk pada 2016. Saat itu Nur mengaku mengalami kesulitan membuat modul. Dia tidak punya pengalaman. Sebab, masa studinya lebih banyak dihabiskan untuk menekuni ilmu matematika. Nur yang juga mahasiswa S-3 di Unesa itu lantas memutuskan membuat modul sendiri.


”Tak mungkin jalan sendiri. Saya ajak teman dosen dan mahasiswa,’’ tambahnya. Kini pusat kajian yang dipimpinnya mulai ramai. Kepedulian mahasiswa kepada ABK semakin besar. Mereka rela meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak yang membutuhkan perhatian.


Sembari beraksi, Nur berpikir panjang. Dia ingin semua problem ABK terpecahkan. Bukan hanya persoalan pendidikan. Sebab, kesehatan dan keahlian menjadi kunci semangat anak-anak. Salah satu langkahnya adalah menggandeng banyak kalangan untuk peduli.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore