Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 20.28 WIB

Terungkap! Manuver Berbahaya Sopir Luxio yang Merenggut 7 Nyawa di Tol Cipali

Kondisi bangkai minibus Luxia nopol B 1138 UKS yang kondisinya rusak parah setelah menabrak tronton di Tol Cipali, Minggu (15/1) dini hari. - Image

Kondisi bangkai minibus Luxia nopol B 1138 UKS yang kondisinya rusak parah setelah menabrak tronton di Tol Cipali, Minggu (15/1) dini hari.

JawaPos.com - Kecelakaan maut di tol Cipali, jalur A KM 161 diduga karena sopir membawa mobil di luar batas kecepatan dan tak bisa menguasai kendaraan. Peristiwa itu menewaskan 7 korban. Tiga orang lainnya mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Korban meninggal maupun luka rata-rata warga Kabupaten Kuningan. Mereka berada dalam satu mobil Luxio dengan nopol B 1138 UKS. Tujuh korban tewas dilarikan ke RSUD Arjawinangun Cirebon, sementara korban luka dibawa ke RS Mitra Plumbon Cirebon untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Luxio itu memuat 10 orang termasuk sopirnya. 7 meninggal, 3 lainnya luka,” terang Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Iim Abdurrahim.

Iim mengatakan, peristiwa maut itu bermula saat Luxio melaju dari arah Cikopo menuju Cirebon. Sang sopir, Aan Sawaludin, disebut-sebut melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa menguasai laju kendaraan. Hingga di lokasi kejadian dia akhirnya menabrak bagian belakang truk tronton bernomor polisi AB 8837 AK yang tengah melaju di depannya.

Tabrakan yang cukup kencang membuat bagian depan Luxio ringsek. Tidak hanya itu, mobil terpental membuat para penumpang jatuh ke luar mobil. Mereka yang tewas mengalami luka cukup serius di bagian kepala. "Setelah kejadian kita evakuasi para korban ke rumah sakit, kita lancarkan arus lalu lintas dan mengamankan pengemudi truk tronton. Kendaraan yang terlibat kendaraan juga sudah kita amankan ke Unit PJR Kertajati tol Cipali,” jelas Iim.

Iim mengakui ini laka lantas maut dengan korban tewas yang cukup banyak, terjadi di Cipali pada awal 2017 ini. Dia pun mengimbau pengendara yang melintasi jalur Tol Cipali untuk tetap waspada dan hati-hati, terutama saat berkendara pada malam hari.

“Jika memang dalam keadaan lelah, diharapkan untuk beristirahat di sekitar rest area yang telah disediakan. Karena kecelakaan akibat sopir kelelahan ini sering terjadi. Untuk itu saya minta kepada para pengendara untuk mengutamakan keselamatan,” pesannya.

Kasubdit Bingakkum Ditlantas Polda Jawa Barat AKBP Matrius mengatakan kecelakaan yang menewaskan 7 penumpang Luxio di tol Cipali sudah dilakukan analisis berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dari tim Road Accident Rescuer and Traffic Accident Analysis (RAR-TAA). Hasilnya, kendaraan Luxio melaju dengan kecepatan di luar batas antara 80 sampai 100 kilometer per jam.

"Luxio berada di lajur dua atau lajur kanan yang berusaha menyalip kendaraan di depannya dengan kecepatan tinggi. Namun saat akan manuver ke kiri justru hilang kendali dan mengakibatkan kendaraan Luxio ini tidak bisa ke lajur dua yang justru menabrak kendaraan tronton yang ada di depannya," ungkap Matrius. (bae/arn/fik/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore