
PUNYA NILAI SEJARAH: Sodikin menunjukkan temuan batu bata.
Situs purbakala kembali ditemukan di Dusun Krapyak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Minggu (15/1). Bukti sejarah tersebut berupa tatanan batu bata yang identik dengan peninggalan Kerajaan Majapahit. Seperti apa kondisinya?
RIZAL AMRULLOH, Ngoro
BERAWAL dari keinginan menggali tanah untuk membuat kolam ikan, Sodikin, 50, warga Dusun Krapyak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, malah menemukan sebuah situs purbakala.
Peninggalan sejarah itu berupa tumpukan batu bata merah dengan bentuk struktur memanjang. Sodikin menuturkan, semula, pada saat menggali, dia tidak mempunyai firasat apa pun.
Awalnya, dia hanya berniat membuat kolam yang dimanfaatkan sebagai tempat budi daya ikan lele. Namun, saat menggali dia menemukan banyak remukan batu bata kuno.
’’Ada pecahan-pecahan, tapi saya tidak mengira bahwa itu bentuknya begitu,’’ ungkapnya sambil menunjuk ke lokasi situs.
Kemudian, penggalian terus dilakukan. Saat mencapai kedalaman sekitar 50 sentimeter atau setengah meter, dia mulai menemukan sebuah bidang batu bata yang berbentuk utuh.
Bata tersebut memiliki ukuran sekitar 30 x 20 cm dengan ketebalan 5–7 cm. ’’Rata-rata bentuknya sama dan memiliki cap dua jari,’’ ujarnya.
Uniknya, motif garis dua jari itu berbentuk setengah lingkaran. Mungkin bata tersebut dibuat berpasangan. Sebab, jika dua bata digabungkan dengan yang lainnya, apabila garisnya simetris, tercipta sebuah lingkaran.
Bapak dua anak itu selanjutnya mengambil satu per satu batu bata untuk dibawa ke rumahnya. Namun, ketika menggali semakin dalam, semakin banyak bata utuh yang dia temukan.
Sodikin pun semakin penasaran dengan sesuatu di balik tanah bekas kebun tanaman bambu tersebut. Kecurigaan itu mulai terungkap ketika dia menemukan struktur batu bata yang tertata rapi.
Bangunan menyerupai sebuah fondasi tersebut dibangun memanjang dengan lebar sekitar 60 cm. Hingga saat ini, penggalian yang dilakukan Sulistiyo mencapai panjang 8 meter.
’’Mungkin lebih panjang lagi karena sebagian masih tertutup tanah,’’ paparnya. Sementara itu, sebagian lainnya berada tepat di bawah rumah penduduk sekitar.
Menurut dia, temuan benda bersejarah tersebut baru kali pertama dideteksi. Karena itu, dia sempat kaget dan tidak menyangka bahwa ada situs purbakala yang terkubur di pekarangan rumahnya.
’’Sebelumnya, saat menggali fondasi rumah atau sumur, tidak pernah menemukan apa-apa,’’ jelasnya. Namun, di Desa Kutogirang penemuan situs kali ini merupakan yang kedua setelah temuan situs Kutogirang puluhan tahun lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
