Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 18.17 WIB

Penemuan Situs Krapyak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro

PUNYA NILAI SEJARAH: Sodikin menunjukkan temuan batu bata. - Image

PUNYA NILAI SEJARAH: Sodikin menunjukkan temuan batu bata.

Situs purbakala kembali ditemukan di Dusun Krapyak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Minggu (15/1). Bukti sejarah tersebut berupa tatanan batu bata yang identik dengan peninggalan Kerajaan Majapahit. Seperti apa kondisinya?



RIZAL AMRULLOH, Ngoro



BERAWAL dari keinginan menggali tanah untuk membuat kolam ikan, Sodikin, 50, warga Dusun Krapyak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, malah menemukan sebuah situs purbakala.


Peninggalan sejarah itu berupa tumpukan batu bata merah dengan bentuk struktur memanjang. Sodikin menuturkan, semula, pada saat menggali, dia tidak mempunyai firasat apa pun.


Awalnya, dia hanya berniat membuat kolam yang dimanfaatkan sebagai tempat budi daya ikan lele. Namun, saat menggali dia menemukan banyak remukan batu bata kuno.


’’Ada pecahan-pecahan, tapi saya tidak mengira bahwa itu bentuknya begitu,’’ ungkapnya sambil menunjuk ke lokasi situs.


Kemudian, penggalian terus dilakukan. Saat mencapai kedalaman sekitar 50 sentimeter atau setengah meter, dia mulai menemukan sebuah bidang batu bata yang berbentuk utuh.


Bata tersebut memiliki ukuran sekitar 30 x 20 cm dengan ketebalan 5–7 cm. ’’Rata-rata bentuknya sama dan memiliki cap dua jari,’’ ujarnya.


Uniknya, motif garis dua jari itu berbentuk setengah lingkaran. Mungkin bata tersebut dibuat berpasangan. Sebab, jika dua bata digabungkan dengan yang lainnya, apabila garisnya simetris, tercipta sebuah lingkaran.


Bapak dua anak itu selanjutnya mengambil satu per satu batu bata untuk dibawa ke rumahnya. Namun, ketika menggali semakin dalam, semakin banyak bata utuh yang dia temukan.


Sodikin pun semakin penasaran dengan sesuatu di balik tanah bekas kebun tanaman bambu tersebut. Kecurigaan itu mulai terungkap ketika dia menemukan struktur batu bata yang tertata rapi.


Bangunan menyerupai sebuah fondasi tersebut dibangun memanjang dengan lebar sekitar 60 cm. Hingga saat ini, penggalian yang dilakukan Sulistiyo mencapai panjang 8 meter.


’’Mungkin lebih panjang lagi karena sebagian masih tertutup tanah,’’ paparnya. Sementara itu, sebagian lainnya berada tepat di bawah rumah penduduk sekitar.


Menurut dia, temuan benda bersejarah tersebut baru kali pertama dideteksi. Karena itu, dia sempat kaget dan tidak menyangka bahwa ada situs purbakala yang terkubur di pekarangan rumahnya.


’’Sebelumnya, saat menggali fondasi rumah atau sumur, tidak pernah menemukan apa-apa,’’ jelasnya. Namun, di Desa Kutogirang penemuan situs kali ini merupakan yang kedua setelah temuan situs Kutogirang puluhan tahun lalu.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore