Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 10.37 WIB

Tolak Bhayangkara FC, Hansamu Yama Dipastikan Tak Bisa Jadi Polisi

Hansamu Yama batal meniti karier sebagai polisi karena ogah bergabung dengan Bhayangkara FC. - Image

Hansamu Yama batal meniti karier sebagai polisi karena ogah bergabung dengan Bhayangkara FC.

JawaPos.com - Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata, tak akan gabung Bhayangkara FC. Dengan demikian, pemain asal Barito Putera itu pun dipastikan tak bisa melanjutkan cita-cita menjadi polisi.


Seperti diketahui, Yama -sapaan akrab Hamsamu-, berstatus sebagai siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto. Sementara, semua pesepak bola dari SPN atau yang sudah menjadi polisi diwajibkan bergabung ke Bhayangkara FC untuk musim ini.


Saat pemain lain memilih menuruti kewajiban itu, Yama justru menolak karena komitmen dengan Barito Putera. Alhasil, seperti diucapkan Asisten Manajer Bhayangkara FC,  AKBP Sumardji, Yama tak bisa lagi menjadi polisi karena penolakan itu.


"Yama sudah keluar dari status Polri. Kita sudah kasih tahu, tetap dia tidak mau menjadi polisi. Ya sudah silakan saja," tutur Sumardji.


Sementara itu, Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy sudah tiba di Indonesia sejak Kamis (12/1) pagi. Simon bertolak dari kediamannya istrinya di Paris, Prancis. Dia sempat transit di Amsterdam, Belanda, sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jakarta. Simon meluncur ke Surabaya pada Jumat (13/1).


Meski sudah tiba, Simon tak langsung memimpin latihan dan seleksi Bhayangkara FC  karena diberi waktu istirahat lebih dahulu. Pada Jumat (13/1) siang kemarin, Simon telah bertemu dengan pihak manajemen BFC di Mapolda Jatim. Namun, perihal jadwal latihan pertama, Sumardji mengaku belum memastikan. "Biar dia istirahat dulu karena perjalanan panjang dari eropa ke Surabaya. Mungkin besok atau lusa baru latihan," urai Sumardji.


“Nanti, pemain yang terpilih akan berkolaborasi dengan pemain lama yang dipertahankan. Sementara yang tidak terpilih masih punya peluang bergabung dengan Bhayangkara FC U-21,” sambungnya.


Sumardji juga berharap para pemain yang tak terpilih tidak putus asa. Mereka juga masih punya kesempatan untuk mengikuti seleksi musim depan. Dengan catatan, mereka tampil dengan kondisi yang lebih baik.


Dia berjanji proses seleksi kali ini akan berlangsung adil. Semua pemain, termasuk jebolan Timnas U-19 maupun mantan pemain klub lain macam Hendra Sandi, Alsan Sanda, Rully Desrian dan Awan Setho Raharjo memiliki kesempatan yang sama dengan pemain seleksi lainnya. “Karena itu, jangan buang kesempatan, tunjukkan kemampuan terbaik agar terpilih,” ujar Sumardji. (psy/rak/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore