
Josep Guardiola menyesali hasil akhir melawan Everton yang dianggap tak mencerminkan jalannya laga.
JawaPos.com - Sebuah kekalahan menyakitkan diderita Manchester City saat bertandang ke kandang Everton, Minggu (15/1). Skuad asuhan Josep Guardiola itu dibantai dengan empat gol tanpa balas.
Padahal, sejatinya Manchester City sanggup mendominasi penciptaan peluang pada laga tersebut. Namun, mereka acap membuang-buang peluang. Dari total 10 tembakan yang dilepaskan, hanya empat yang mengarah ke sasaran tapi tak berbuah gol. Bandingkan dengan Everton yang melepas empat percobaan dan semuanya berbuah gol.
Menurut Guardiola, kejadian seperti melawan Everton bukan yang pertama bagi Manchester City pada musim ini. Dia menyebutnya sebagai suatu hal yang tak adil tapi lumrah terjadi di sepak bola.
“Kami mencatatkan peluang untuk mencetak gol yang cukup di babak pertama. Setelah apa yang terjadi, kami tak bisa lagi untuk mencetak gol dan mereka menciptakan satu peluang dan bikin gol. Mereka langsung mendetak gol setelah babak kedua di mulai, itu menjadi berat untuk mentalitas para pemain,” kata Guardiola kepada Sky Sports.
“Konsekuensi dari laga ini adalah contoh dari yang seringkali terjadi di musim ini. Itulah sepak bola. Dalam sepak bola, Anda terkadang tak perlu melakukan banyak hal untuk mencetak gol. Mereka mendapatkan sekali kesempatan dan mencetak gol. Tak cuma hari ini, nyaris sepanjang musim dan itu membuat menjadi berat bagi para pemain untuk mengatasi situasi,” imbuh dia.
Bagi Guardiola, ini menjadi kekalahan terburuk sejak dia melatih Barcelona, Bayern Muenchen, hingga Manchester City. Meski begitu, dia berharap anak asuhnya bisa bangkit dan memetik pelajaran dari kekalahan menyakitkan ini.
“Tentu saja kami bisa lebih baik lagi. Itu suatu hal yang menerikan untuk para pemain saya. Terkadang menjadi suatu hal yang wajar hidup dengan situasi seperti itu,” urainya.
“Saya bilang kepada para pemain saya, untuk terus bersikap positif karena mereka sudah melakukan suatu hal yang fantastis di musim ini. Tapi, tak selalu meraih apa yang layak mereka dapatkan. Saya pikir semua manajer bisa mengatakan hal ini,” tandas Guardiola. (ira/JPG)

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
