
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.
JawaPos.com - Sebulan berlalu bencana gempa bumi yang melanda bumi Aceh, pemerintah kembali membangun fasilias publik di Tanah Rencong tersebut.
Dalam tahap awal, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) membangun empat fasilias umum. Di antaranya tiga bangunan ibadah dan satu sekolah. Pembangunan fasilits publik tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Desa Paya, Trienggadeng, Pidie Jaya, Minggu (15/1).
Adapun tiga rumah ibadah yang dibangun tersebut terdapat di Meunasah Paya, Meunasah Keude, dan Meunasah Sagoe. Sedangkan bangunan sekolah, beserta asrama bangunan di Pesantren Thauthiatut Tarbiyah, Kecamatan Pantee Raja.
"Perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut menyukseskan dan terlibat langsung membantu penanganan korban. Yang sudah ikut membantu dan membangkitkan kembali semangat warga Pidie Jaya," ujar Khofifah seperti yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Senin (16/1).
Dalam kesempatan ini, Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kuat dan tabah menghadapi musibah. "Di setiap kesempatan, saya selalu mengatakan ketika kita diberi ujian, kemudian kita lulus ujian, maka kita naik kelas. Insya Allah kalau masyarakat Pidie Jaya lulus dari ujian ini maka akan naik kelas di hadapan Allah dan masyarakat," katanya.
Khofifah berharap program-program dari Kemensos dalam menanggulangi bencana gempa Aceh bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Insya Allah, kami akan terus bersambung program. Mudah-mudahan kalau kita bersambung silaturahmi kita akan terus bersambung program," ujarnya.
Pertengahan bulan lalu, Khofifah juga meninjau Pidie Jaya. Dalam kesempatan itu, ia mendatangi Posko Induk Kementerian Sosial di Desa Deah Pangwa, Kecamatan Trienggading.
Posko Induk Kemensos merupakan Pusat Pengendalian Operasional penanganan pengungsi, pusat data dan informasi korban bencana, sekaligus pusat layanan psikososial bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia dan disabilitas.
"Seluruh pendataan dilakukan oleh tim Kemensos yang terdiri dari unsur Tagana, tim dukungan psikososial, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Anak) dan pendamping PKH," ungkap Kepala Biro HUmas Kemensos Andi Hanindito, saat itu. (mai/iil/JPG)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
