
Barang bukti yang disita dari sindikat pencuri kopor penumpang pesawat
JawaPos.com MATARAM-Sindikat pencurian yang menyasar bagasi penumpang pesawat di Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah (Loteng) akhirnya terbongkar. Dua terduga pelaku, dengan inisial JU dan RO, bersama sejumlah barang bukti ikut diamankan polisi. Keduanya merupakan pekerja di bandara.
Menurut keterangan polisi, aksi keduanya diduga telah berlangsung lama. Ini terlihat dari barang bukti yang diperoleh petugas, dari kedua terduga pelaku.
JU misalnya, dari penggeledahan polisi di kediamannya di Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Loteng, polisi menemukan puluhan barang yang diduga hasil kejahatannya. Antara lain, 14 jam tangan, 11 tas, dua laptop Apple dan Asus, empat handphone, parfum sebanyak dua boks, serta charger kamera dan handphone sejumlah 17 buat.
Sementara untuk terduga pelaku lainnya, yakni Robi, petugas menemukan hal serupa. Dari tangan RO, petugas mengamankan barang bukti antara lain, kamera merek fuji film berwarna biru, kamera go pro, tas merek Ultra Spire berwarna biru abu, dan empat token dari Bank Mandiri, BCA, dan BNI.
”RO ini pengembangan dari JU. Kita lebih dulu menangkap dia, setelah itu RO,” kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Nurodin seperti ditulis Lombok Pos (Jawa Pos Group), Senin (16/1).
Penangkapan terhadap dua pelaku itu, berdasarkan laporan Eko Purwanto dan Calvin Michael. Ketika itu, Senin (26/12), dia yang terbang dari LIA menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, mengetahui jika barang milik rekannya hilang.
Barang yang hilang tersebut adalah jam tangan merek Hermes dan dompet milik Calvin Michael. Karena itu, Eko langsung melaporkannya ke bagian Lost and Found Bandara Soekarno Hatta.
Dari sana, pihak Bandara Soekarno Hatta langsung menindaklanjutinya dengan melaporkannya ke LIA. Selanjutnya, polisi bersama pihak LIA melakukan penyelidikan dan menangkap JU, sekitar pukul 01.00 Wita, Sabtu (15/1).
”Korban mengalami kerugian sekitar Rp 1.2 miliar,” jelas Nurodin.
Mengenai modus yang dilakukan pelaku, Nurodin mengaku pihaknya masih mendalami hal tersebut. Namun jika melihat barang bukti yang didapatkan petugas, kedua pelaku terindikasi telah menjalankan aksinya sejak lama.
”Dugaannya aksi ini sudah lama, karena itu kita masih dalami untuk kemungkinan-kemungkinan lainnya,” tandasnya.(dit/dss/r2/nas/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
