Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 00.43 WIB

Waspada, Mobil Rental Jadi Incaran Penggelapan

Grafis - Image

Grafis


JawaPos.com- Para pemilik mobil, terutama yang disewakan, harus semakin waspada. Mereka harus cermat terhadap asal-usul penyewa. Sebab, bisa jadi pelaku penggelapan mobil sudah mengintai.



Salah seorang pemilik bisnis mobil rental yang menjadi korban adalah Suwanti. Satu mobil Ertiga miliknya hingga kini belum kembali. Kendaraan bernopol L 1987 MH tersebut disewa seorang pria yang mengaku bernama Andi Rikiwanto. Mobil itu disewa pada Selasa malam (10/1). ”Semestinya balik Jumat malam,” ceritanya kepada Jawa Pos.



Penyewa mengambil mobil tersebut dari Babatan Pratama, Wiyung, Surabaya. Dia datang seorang diri. Persyaratan untuk bisa membawa mobil itu pun dipenuhi. Salah satunya adalah identitas diri. Seorang karyawan Suwanti juga sempat memotret SIM A milik Andi.



Ada 14 mobil yang disewakan di tempat Suwanti. Menurut dia, penyewa bernama Andi tersebut baru pertama datang ke tempatnya. ”Dia bilang mau dipakai ke Probolinggo, Lamongan, sampai Tuban,” terangnya.



Harga sewa mobil tersebut Rp 275 ribu per hari. Pemilik tidak curiga sama sekali. Sebab, Andi mau membayar uang muka. Dia membayar untuk masa peminjaman dua hari. Sisanya dilunasi saat mengembalikan mobil.



Namun, Andi malah menghilang tanpa jejak. Suwanti curiga saat hendak mengecek mobil melalui global positioning system (GPS). Mobil tersebut sudah tidak bisa dilacak. ”Terakhir GPS masih nyala Rabu pagi. Waktu itu posisinya ada di tol Waru–Perak,” katanya.



Kecurigaannya makin kuat saat mendapati fakta bahwa nama Andi ternyata abal-abal. Ketika men-share foto penyewa di media sosial, ternyata banyak yang mengomentari bahwa pelaku punya banyak identitas. Fotonya memang sama dengan fisik penyewa. Namun, nama dan alamatnya palsu.



Di SIM yang sempat difoto tertulis bahwa Andi kelahiran Ponorogo. Namun, ada korban lain yang men-share pelaku berciri-ciri sama dengan nama dan asal yang berbeda. Di sana tertulis bahwa pelaku bernama Leonardo Gustiono. Alamat asalnya Wonokusumo.



Setelah ditunggu sampai batas waktu, namun mobil tidak kunjung kembali, korban akhirnya memutuskan untuk melapor ke polisi. ”Sudah lapor ke Polsek Dukuh Pakis. Semoga saja ada hasil,” tuturnya.



Kejadian tersebut bukan kali pertama dialami korban. Sebelumnya, ada juga penyewa yang menggondol mobil miliknya. Hanya, ketika itu mobil masih bisa dilacak. Suwanti menangkap sendiri si pelaku tanpa dibantu polisi.



Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga sudah pernah mengimbau pemilik usaha persewaan mobil agar punya tim pengawas. Dia mengatakan, modus identitas ganda sudah sering ditemui di berbagai tempat. Pelaku sengaja mencetak banyak KTP atau SIM palsu dengan tujuan untuk mengaburkan alamat. ”Kalau ada tim pengawas, bisa bersama-sama mengecekrumah penyewa. Jadi, bisa saling percaya,” jelas Shinto.



Selama ini polisi tidak tinggal diam terhadap laporan penggelapan mobil rental. Tidak sedikit kasus yang berhasil diungkap. Modusnya pun beragam.



Shinto berjanji segera berkoordinasi dengan Polsek Dukuh Pakis untuk menindaklanjuti laporan korban. Mendengar pengakuan korban, korps seragam cokelat menduga bahwa pelaku memang sindikat. Meski, dia menyewa seorang diri. ’’Pelaku selalu terhubung dengan jaringan penadah,’’ tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut. (did/c7/fal)






Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore