Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Januari 2017 | 16.30 WIB

Disayangkan! Debat Pertama Jadi Ajang Saling Serang Simbol Fisik

Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengikuti debat kandidat perdana, Jumat (13/1). - Image

Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengikuti debat kandidat perdana, Jumat (13/1).

JawaPos.com - Debat pertama pilkada DKI Jakarta yang digelar Jumat malam (13/1) menjadi ajang saling serang ketimbang adu gagasan. Pandangan itu disampaikan Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago.

"Sangat disayangkan debat perdana DKI Jakarta yang diselenggarakan KPU, menjadi ajang saling serang simbol fisik," ujarnya melalui pesan singkat kepada JawaPos.com, Minggu (15/1).

Serangan itu katanya lebih ke personal. Misalnya, dengan menggunakan kata-kata yang kurang tepat seperti dosen, menteri, hapalan, hanya bisa retorika. "Mestinya tetap pada koridor adu gagasan, program, tingkat jelajah, eksplorasi lebih dalam pada visi-misi," sebut Pangi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center berharap agar debat selanjutnya, KPU DKI harus mengingatkan kandidat agar tidak ada lagi saling serang simbol fisik. "Karena bisa memecah," tegasnya.

Menurut Pangi, rakyat Jakarta tidak membutuhkan calon gubernur yang saling serang satu sama lain. Mereka hanya menginginka program apa nantinya yang ditawarkan untuk ibu kota.

"Calon gubernur dengan janji politik dan programnya yang bisa direalisasikan dan masuk akal, tidak utopis, itu lah gubernur pilihan rakyat untuk dipilih," pungkasnya. (dna/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore