Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Januari 2017 | 14.41 WIB

Heboh, Pemda Ingin Bangun Monumen Kuntilanak, Alasannya…

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Kartius - Image

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Kartius

JawaPos.com - Pemerintah provinsi melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat melontar wacana akan membangun monumen atau tugu kuntilanak di Kota Pontianak. Sebagai lokasi pembangunan, Pemerintah Kota Pontianak diharapkan mengkaji saran tersebut.



"Wacana pembangunan tugu kuntilanak yang diajukan Pemerintah Provinsi Kalbar sah-sah saja. Itukan sebatas saran. Tapi secara pribadi saya tak setuju jika patung itu dibangun," kata Anggota DPRD Kota Pontianak Beby Nailufa, Jumat (13/1).



Tapi, kalau wacana tersebut bakal dianggap serius, maka sebelum itu direalisasikan dia meminta agar monumen itu benar-benar dikaji secara matang. Karena menurutnya, cerita hantu kuntilanak hanya hikayat asal muasal nama Kota Pontianak. Jika sosok hantu sampai dibangunkan menjadi sebuah patung, tetap dirasakannya tidak elok.



"Perlu pertimbangan karena kita tidak ingin setelah patung itu dibangun justru banyak mudarat daripada manfaat. Kalau hanya mau menarik wisatawan tentu masih banyak ide lain yang bisa kita cari. Tak perlu sampai buat patung kuntilanak," terangnya.



Dia justru lebih mendukung jika pembenahan terhadap situs-situs wisata yang ada dulu. Seperti mempercantik keraton, Sungai Kapuas, Tugu Khatulistiwa, dan sejumlah tempat potensi lainnya.



"Kalau itu dilakukan, saya yakin Pontianak bisa menjadi magnet wisatawan. Dan saat ini upaya Pemerintah Kota Pontianak sudah mengarah ke sana, walaupun belum maksimal tapi bertahap dilakukan, perlu waktu," ujarnya.



Kalau masih ngotot mau tetap bangun tugu-tugu, Beby menyarankan sebaiknya buat lah tugu yang mengekspresikan atau berorientasikan kepada hal-hal baik. Seperti tugu ikan silok atau ikan arwana.



"Banyak ide kreatif saya kira, kita bisa membuat suvenir ikan arwana. Menurut saya ini akan lebih indah. Dari pada kita jual suvenir setan, bikin tugu lalu orang datang ke sana kerasukan hantu,” ucapnya. 



“Namanya patung hantu pasti ada penunggunya. Tak elok rasanya jika itu dibangun. intinya, jangan sampai setelah patung dibangun justru banyak menimbulkan mudarat dari pada manfaatnya," sambung Beby. 



Wacana pembabangunan tugu kuntilanak sendiri muncul dari Kartius tak lama setelah dirinya dilantik sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar. 



Mantan Kepala BKD Kalbar itu menyebut pariwisata di Kota Khatulistiwa tidak berkembang. “Tempat-tempat di Pontianak tidak bisa diandalkan dan tidak ada yang menarik atau membuat kesan untuk menarik orang (wisatawan) datang lagi,” ucap Kartius kepada wartawan, baru-baru ini. 



Sebagai konseptor dunia pariwisata di Kalimantan Barat, Kartius menyatakan, dirinya akan membuat gebrakan yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pontianak.“Ini tugas kita mengemas wisata. Terobosan saya, kalau ada waktu mau mendirikan Tugu Kuntilanak. Nanti tugu itu seperti menara yang tinggi,” ujar Kartius sambil tertawa.



Kartius yakin, Tugu Kuntilanak dapat menarik wisatawan dan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ide itu muncul lantaran dirinya sering berpergian ke beberapa negara yang mengandalkan sektor pariwisata seperti New Zealand dan Guangzhou.



“Di Guangzhou, sekali naik menara harus bayar Rp200 ribu lebih. Kita di Pontianak bikin Tugu Kuntilanak. Kalau sekali naik bayar Rp 50 ribu dan jika ada ratusan orang naik, berapa duit,” gugahnya. (fik/deska)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore