
BINTANG UTAMA: Peter Sagan saat perkenalan tim peserta Tour Down Under 2017 di Victoria Square, Adelaide, Sabtu 14 Januari 2017.
LAPORAN: AZRUL ANANDA
JawaPos.com - Musim balap sepeda dunia 2017 mulai bergulir hari ini (15/1) di Adelaide, South Australia. Kriterium People's Choice Classic akan membuka persaingan Tour Down Under.
Biasanya, menjelang ajang kriterium 50 km ini, para sprinter menjadi sorotan. Namun, karena minimnya sprinter bintang tahun ini, perhatian langsung ditujukan kepada para climber, atau para kandidat juara overall Tour Down Under yang berlangsung 17-22 Januari nanti.
Perbedaan itu kemarin (14/1) sangat terasa saat ajang perkenalan tim di Victoria Square di hadapan ribuan penggemar. Para pemburu general classification (GC), yang kebanyakan adalah climber, mendapat porsi interview dan sorakan lebih.
Khususnya para unggulan utama. Misalnya, Richie Porte (BMC) dan Geraint Thomas (Team Sky). Plus duet tim asal Australia, Orica-Scott, yaitu Simon Gerrans dan Esteban Chaves.
Peter Sagan (Bora-Hansgrohe) juga mendapat sorakan ekstra. Dan sebagai pembalap berkemampuan lebih (hebat sprint dan lumayan nanjak), Sagan ikut masuk hitungan bisa menjadi juara overall.
Pada dasarnya, semua sudah langsung berfokus ke etape 2 dan 5, dua etape yang berakhir di tanjakan. Para calon juara akan terseleksi di etape 2, yang berakhir di tanjakan pendek-curam Paracombe (Selasa, 16/1). Kemudian, mereka yang lolos seleksi itu akan berebut juara di pengujung etape 5, di tanjakan Willunga Hill (Sabtu, 21/1).
Setelah itu, hanya tersisa ''parade'', etape 6 yang datar dan berlangsung di tengah kota Adelaide.
Simon Gerrans, yang sudah lima kali memenangi TDU, menegaskan itu. ''Saya melihat etape 2 sebagai queen stage (etape terpenting, Red) lomba ini,'' ucapnya. ''Kita akan melihat siapa kandidat GC pada akhir etape itu,'' lanjutnya.
Gerrans menegaskan lagi anggapan banyak orang bahwa Porte adalah unggulan utama lomba. Orang-orang seperti dia harus berjuang keras untuk mengimbangi Porte, atau meminimalkan ketertinggalan di tanjakan.
Andai dia tidak mampu, Orica-Scott akan pindah ke opsi lain. ''Kami punya opsi fantastis lain, salah satu climber terbaik di dunia, yaitu Esteban Chaves,'' ujar Gerrans.
Richie Porte sendiri kemarin tampak sangat siap menjadi juara. Tiga kali sudah dia finis runner-up. Saat tampil di panggung di Victoria Square kemarin, Porte tampak sangat fit dan ''kurus''.
Meski demikian, menjelang lomba ini dia sangat minim muncul atau bicara. Menjaga ekspektasi. ''Saya belum tahu betul kondisi saya yang sebenarnya seperti apa. Saya kira kondisi saya baik, dan saya sangat termotivasi (untuk menang),'' kata Porte menjelang lomba ini.
Sementara para unggulan saling mengawasi, dalam perkenalan kemarin juga muncul kemungkinan kejutan-kejutan dari pembalap lain. Lomba ini tetap menyuguhkan ancaman berat dari para stage hunter. Yakni, para climber yang fokusnya murni untuk mencuri kemenangan etape, mengambil segala risiko karena tidak memedulikan posisi di klasemen GC.
Salah seorang di antara mereka, Thomas De Gendt dari Lotto-Soudal.
Dalam sejarahnya, De Gendt merupakan climber hebat yang pernah mencuri kemenangan di tanjakan-tanjakan legendaris. Pada 2012, dia memang etape tanjakan Passo dello Stelvio di ajang Giro d'Italia. Tahun lalu dialah pemenang etape tanjakan Mont Ventoux di Tour de France, etape yang kondang gara-gara aksi Chris Froome berlari setelah mengalami tabrakan.
''Target saya tahun ini memang ingin mencuri lebih banyak lagi etape lomba,'' tegas De Gendt, asal Belgia, saat di panggung.
Climber lain yang bisa mengejutkan: Louis Meintjes (UAE Abu Dhabi), Sergio Henao (Team Sky), Michael Woods (Cannondale-Drapac), Lachlan Morton (Dimension Data), dan lain-lain.
Minim Super Sprinter
Tour Down Under tahun ini memang minim sprinter bintang. Tidak ada Andre Greipel atau Marcel Kittel yang biasanya mendominasi etape-etape datar. Bahkan, bisa dibilang hanya ada satu pure sprinteryang ikut serta, yaitu Caleb Ewan (Orica-Scott).
Pesaing dia pada dasarnya hanya Peter Sagan atau Mark Renshaw (Dimension Data).
Hari ini, di People's Choice Classic sepanjang 50,6 km, Ewan bakal menjadi unggulan utama.
Dan hari ini, Ewan tidak sabar menunjukkan kemampuan dalam melawan sang juara dunia 2015 dan 2016 Peter Sagan.
''Dengan adanya pembalap seperti Sagan di sini, bakal sulit untuk mengulangi sukses saya tahun lalu. Tetapi, form saya sedang baik. Jadi, semoga saya bisa meraih hasil yang sama (menang, Red),'' kata Ewan, 22, pembalap Australia berdarah Korea.
''Kehadiran Sagan sangat baik untuk lomba ini dan untuk Australia. Saya tidak sabar balapan dengan dia dan semoga saya bisa mengalahkan dia,'' tuturnya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
