
Kain Kinran Dipasarkan di Japan Fashion Event
JawaPos.com – Indonesia punya kain batik, maka Jepang punya kain Kinran. Kain khas negeri sakura ini diproduksi di Kyoto, sebuah wilayah di Jepang. Kinran merupakan kain tenun khas Jepang yang menggunakan benang emas dan dilapisi dengan emas. Salah satu brand ternama kain kinran yaitu Kaji Kinran yang berlokasi di Nishijin, salah satu area di Kyoto.
Awalnya, kain kinran ini banyak dipakai di kuil-kuil oleh para biksu Budha sebagai kain tradisional. Berbagai corak dan warnanya begitu teduh dan alami. Kaji Kinran menambah sentuhan baru pada kain kinran menjadi lebih mewah dan indah. Kain ini menampilkan kemewahan bagi pemakainya yang mencintai gaya hidup.
Nishijin kala itu menenun kain kinran di era pertengahan abad ke 3 hingga abad ke 7 dengan kualitas tekstil yang baik. Kemudian kain ini dikembangkan oleh para desainer untuk diperkenalkan di benua Asia. Ada pula kain kinran yang tidak menggunakan benang emas yaitu Mukinmono. Berbagai corak dan warna juga diwarisi oleh para leluhur.
Beberapa tahun terakhir, banyak perajin berdatangan dari negara mana saja. Kaji kinran pun bekerjasama menggandeng mereka. Corak yang dituangkan seperti burung dan bunga dan dapat menjadi pakaian, kain, sajadah, dan sarung bantal.
“Khasnya kain kinran memakai benang warna emas dan perak banyak perpaduan warnanya. Yang kami banggakan benang dan warnanya.Paling banyak bahannya sutera. Dulu main yang dipakai oleh biksu yang bertugas di kuil sekarang beralih fungsi,” kata Direktur Kaji Kinran, Noriyuki Suzuki dalam Japan Fashion Event oleh Japan External Trade Organization (Jetro) di Kota Kasablanka, Sabtu malam (14/1).
Kain ini biasa dipakai oleh kalangan menengah di Jepang dengan berbagai momen. Harganya cukup mahal, satu kemeja resmi pria yang dipamerkan di Kota Kasablanka dibanderol Rp 23 juta. Hal itu karena bahannya terbuat dari emas serta proses pembuatannya cukup lama dan sulit.
Berbagai ragam kain kinran ada tiga jenis yaitu Kanon, Karakusa, dan Maika. Kanon yaitu kain tenun bergaya Arab dengan teknik yang baik. Sedangkan Karakusa sering digunakan sebagai sajadah di masjid, dan simbol kemakmuran dengan benang emas serta corak yang indah. Terakhir, Maika, simbol perdamaian dunia karena begitu banyak bunga sebagai coraknya. (cr1/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
