Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Januari 2017 | 05.44 WIB

Mayat Korban Swafoto di Bendungan Ditemukan, Jasadnya...

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Setelah dilakukan pencaharian, jasad Ahmad Palilati (22) korban hanyut di Bendungan Paguyaman, Minggu (8/1), akhirnya ditemukan sekitar 13 Kilometer dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di desa Pade, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo (Kabgor), Jumat (13/1), sekitar pukul 10.00 wita.

Dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), awalnya warga yang diketahui bernama Taman Limonu melihat jasad korban yang posisinya terlentang di tepi sungai. Kondisi tubuh korban masih utuh dengan pakaian yang juga masih lengkap, namun sudah bengkak serta mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

Menyadari bahwa itu merupakan sesosok jasad manusia, terlebih mengetahui hampir seminggu yang lalu ada informasi orang hanyut, Taman pun segera melaporkannya kepada tim gabungan yang saat itu juga sedang melakukan pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas dibantu dengan masyarakat sekitar serta melibatkan unsur TNI dan Polres Gorontalo segera menuju lokasi penemuan korban dan melakukan proses evakuasi.

Kondisi jasad korban pun masih utuh, namun sudah membengkak dan membusuk sembari mengeluarkan aroma yang sangat menyengat. Selama proses evakuasi, warga pun menyemut untuk menyaksikan langsung kondisi terakhir jasad yang bernama Ahmad Palilati tersebut.

Jasad korban yang dimasukan ke dalam kantong jenazah pun langsung diangkut dengan mobil BPBD menuju ke rumah di Desa Daenaa Kecamatan Limboto Barat. Isak tangis keluarga pun pecah saat jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 12.00 wita.

Saat dikonfirmasi, Kasub Seksi Operasi SAR Gorontalo, Saktianto mengatakan, kendala yang hadapi dalam proses pencarian selama 6 hari ini yaitu kondisi air yang keruh dan deras. "Penyelam yang kami turunkan kesulitan mendeteksi keberadaan korban di dasar sungai, beruntung warga sekitar yang juga sangat membantu kami bisa menemukan jasad korban saat sudah terdampar ditepi sungai," ujar Saktianto.

Sementara itu Kapolsek Tolangohula, Iptu Supomo, saat dikonfirmasi mengatakan, hal tersebut merupakan kejadian yang kedua kalinya setelah pada 2010 silam. Bendungan Paguyaman ini juga pernah menelan korban.

"Kita akan menghimbau kepada para masyarakat untuk tidak lagi mandi di sekitar Bendungan tersebut," pungkasnya.(TR-55/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore