
TAK LAGI RIMBUN: Empat pohon mangga yang tumbang di pekarangan rumah di Babatan Pratama B No 34 sudah dibersihkan DKP.
JawaPos.com – Hujan lebat yang disertai angin puting beliung pada Kamis (12/11) menimbulkan kerusakan parah di beberapa lokasi. Salah satunya di Graha Sunan Ampel, Wiyung.
Sebanyak 10 rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Genting-genting melorot akibat sapuan angin tersebut. Menurut Soeharto, warga Graha Sunan Ampel, insiden itu sebenarnya hanya berlangsung sekitar dua menit, mulai pukul 15.00.
Kencangnya angin menimbulkan kepanikan. Bahkan, Soeharto sampai mengevakuasi keluarganya. ”Atap belakang rusak parah. Listrik juga langsung mati,” ujar pria yang juga ketua keamanan tersebut.
Wajar, listrik langsung mati. Sebab, angin kencang juga merobohkan tiang listrik. Bahkan, kabelnya menimpa atap rumah warga. Di beberapa titik, kabel listrik menjalar ke bawah.
Kerusakan parah terlihat di wilayah RT 4, RW 5. Sejak kemarin pagi, warga mengeluarkan perabotan dan memperbaiki atap rumahnya. Kerugian masing-masing rumah diperkirakan Rp 5 juta.
Pada hari itu petugas satpol PP, linmas, serta dinas kebersihan dan pertamanan (DKP) melakukan pemotongan dan pembersihan pohon-pohon yang tumbang.
Menurut Rahmat, petugas Satpol PP Kecamatan Wiyung, kerja bakti dilakukan sejak pagi. Selain di Graha Sunan Ampel, di Perumahan Babatan Pratama terjadi hal serupa. Bahkan, sebuah pohon besar menimpa rumah milik warga di blok BB.
Menurut Riski Hidayat, 27, petugas keamanan perumahan, kerusakan terparah terjadi di gang 16–19. Listrik sempat mati hingga pukul 23.00. Meski listrik kembali menyala, sebagian warga masih takut. Mereka memilih memutus aliran listrik untuk sementara.
Kerusakan parah juga terjadi di kontrakan yang dihuni Sisilia Susi, 58. Awalnya, di halaman rumah di blok BB tersebut, ada empat pohon mangga yang besar. Kini, seluruh pohon itu tumbang. Sejak kemarin pagi, petugas DKP membersihkan sisa-sisa pohon tersebut.
’’Saya sampai takut pohonnya kena ke sini (ruang tamu, Red). Untung, robohnya ke samping, kena kanopi,” tutur Sisilia. Halaman yang tadinya rimbun pun gundul, menyisakan akar pohon yang tercerabut keluar.
Dia juga harus berhadapan dengan banjir dari rembesan air di dinding. ’’Semalam, airnya merembes terus, nggak habis-habis,” keluh nenek tiga cucu itu. Hingga kemarin siang, air menggenang di belakang rumahnya. (kik/deb/c6/c18/oni/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
