
GESIT: Siti Fitriah mengendarai motor bak roda tiga untuk mengangkut sampah.
Persepsi negatif terhadap sampah masih melekat pada sebagian orang. Dengan tekad kuat, Siti Fitriah berupaya mengubah pola pikir itu. Sampah tersebut menguntungkan.
NURUL KOMARIYAH
SUDAH lebih dari lima tahun Siti Fitriah menjadi pejuang sampah di Bank Sampah Meduran Bersatu (BSMB). Tepatnya pada 2011, saat BSMB baru terbentuk. Fitri, sapaan akrabnya, begitu penasaran mengenai sampah yang selalu dianggap bau, kotor, dan menjijikkan.
Kalau sampah dipilah dengan baik, kata dia, tidak akan ada bau. ’’Saya pernah masukkan kepala saya ke tong sampah. Juga nggak bau,’’ ujarnya. Menjadi pegiat persampahan merupakan jalan hidup pilihan Fitri. Tugas utamanya tidak hanya melulu soal mengangkut dan memilah sampah.
Perempuan 36 tahun itu lambat laun menyadari. Tugas terpenting seorang pejuang sampah tidak hanya mengangkut dan memilah sampah. Yang paling berat ialah mengubah pola pikir negatif masyarakat yang sudah melekat tentang sampah.
’’Di mana pun setiap kali saya jadi pemateri tentang pengolahan sampah, semua peserta menjawab sampah itu limbah, bau, penyebab banjir. Pokoknya yang jelek-jelek,’’ tambahnya. Bahkan, Fitri rela meninggalkan pekerjaannya sebagai salah satu pegawai perusahaan kontraktor.
Bagaimana upayanya? Mengubah mindset tentang sampah yang awalnya kumpul, angkut, lalu buang menjadi pilah, tabung, kemudian kerjakan sesuatu. ’’Sampah tidak melulu sesuatu yang negatif. Dari sampah kita bisa bayar SPP anak, beli sembako, maupun bayar listrik,’’ tutur Fitri.
Edukasi Fitri pun tidak selalu disambut hangat. Bahkan, dia pernah memperoleh ancaman dari pemulung. ’’Waktu itu pulang ambil sampah dari warga saya dihadang empat orang. Saya dianggap saingan,’’ ungkapnya. Namun, Fitri menyadari betul bahwa pekerjaan lapangan memang keras.
Namun, siapa pun itu, setelah dihadapi dan diberi pengertian, musuh pun bisa jadi kawan. Tiga kali dalam sepekan Fitri memang mengangkut sampah dari para nasabah bank sampah. Dia menyetir sendiri motor bak roda tiga (dorkas). Sebelum 2014, dia menyatakan harus mengangkut sampah dari rumah ke rumah. Namun, mulai 2014 dia menginisiasi adanya unit bank sampah di setiap RT/RW.
Juli 2016 Fitri diundang DPRD Kabupaten Gresik untuk membahas poin-poin pembentukan induk pengelolaan sampah. Salah satu poin yang dikatakan Fitri menyebutkan pentingnya peran serta masyarakat. ’’Saya katakan, PNS juga harus aktif menjadi penabung bank sampah. Biar merembet dan jadi contoh,’’ jelasnya.
Fitri menerangkan, dari total 441 penabung sampah di BSMB, tidak ada satu pun yang berstatus PNS. Hanya perorangan seperti ibu rumah tangga biasa. Juga, koletif seperti perusahaan, sekolah, dan puskesmas. Ibu dua anak itu tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk menimba ilmu mengenai bank sampah.
Dalam berbagai kesempatan, Fitri bertemu dengan beberapa tokoh penting dan berpengaruh. Salah satunya mantan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya. Juga, pencetus Bank Sampah Indonesia Bambang Suwerda. ’’Kalau ketemu orang-orang begitu, saya ikut aja supaya dapat ilmunya,’’ ungkapnya. Dengan ilmu, Fitri merasa lenih matang dan percaya diri dalam memberikan edukasi. (*/c15/roz/sep/JPG)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
