
GARIS POLISI: Lokasi musala di Objek Wisata Hutan Pinus Bukit Kembar yang tertimpa pohon dan menewaskan 2 wisatawan yang berteduh karena hujan.
JawaPos.com – Berwisata alam di musim penghujan seperti saat ini, harus ekstra hati-hati. Bila tidak bisa celaka. Itulah yang menimpa dua wisatawan lokal, Titi Intansari, 30, dan Vina Kurotulaini, 18, warga Karet, Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Keduanya meregang nyawa saat berkunjung di Objek Wisata Hutan Pinus Bukit Kembar, Pujan, Bawang, Tempuran, Kabupaten Magelang. Mereka tewas akibat tertimpa pohon tumbang saat berteduh di musala semi permanen di lokasi wisata tersebut, Jumat (13/1) siang.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu, korban berwisata ke hutan pinus bersama keluarga, yakni Khoirul Basar (suami Titi), Fardan (anak Titi) dan Yumaroh. Vina merupakan adik ipar Titi. Mereka sudah sampai di lokasi sebelum azan salat Jumat. Setiba di lokasi, mereka menyempatkan berselfie ria di tengah asrinya hutan pinus.
Tak lama kemudian, hujan deras mulai mendera hingga seluruh wisatawan di lokasi tersebut mencari tempat berteduh. Saat itu, kedua korban memilih berteduh di musala semi permanen yang dibuat dari susunan bambu. Sementara tiga orang lainnya berteduh di pos loket masuk.
Sekitar pukul 13.30, kondisi hujan semakin lebat disertai terpaan angin kencang. Tiba-tiba, sebuah pohon berdiamater sekitar 40 sentimeter dan tinggi 25 meter roboh. Pohon tersebut menimpa musala yang kebetulan kedua korban sedang berteduh. Keduanya turut tertimpa.
Melihat kejadian itu, pengunjung dan keluarga berusaha menyingkirkan pohon yang menimpa mushalla semi permanen itu. Anggota Polsek Tempuran bersama Koramil Tempuran dibantu warga berupaya mengevakuasi kedua korban. Saat dievakuasi, Titi sudah meninggal di lokasi kejadian dengan luka serius di sekujur tubuhnya, Jenasahnya dilarikan ke RSUD Tidar Magelang menggunakan mobil patroli polisi.
”Korban Vina yang ditemukan masih hidup akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju RS Lestari Harapan, Kota Magelang,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang AKP Santoso.
Berdasarkan visum dokter RSUD Tidar, Titi mengalami luka yang cukup parah. ”Luka cukup parah di terutama di bagian kepala, dada, punggung, hingga kedua lengannya,” ujar perawat Puskemas Tempuran, Emi Kusumawati yang turut mendampingi korban hingga RSUD Tidar.
Kepala Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Magelang, Edi Susanto menjelaskan, kejadian bencana hujan disertai angin kencang yang merobohkan pohon hingga menewaskan dua wisatawan merupakan kejadian yang pertama kali terjadi. Ia mengimbau kepada wisatawan dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata dan beraktivitas di objek wisata tersebut.
”Harus meningkatan kehati-hatian terutama saat cuaca hujan yang kemungkinan masih akan terjadi beberapa pekan ke depan,” tegas Edi. (cr1/ton)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
