Jumat, 28 Apr 2017
Metropolitan

BBM dan Listrik Naik, Tanda Nurani Pemerintah Mati

Kamis, 12 Jan 2017 17:36 | editor : Yusuf Asyari

Mahasiswa berdemo di sekitaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat hingga Istana Negara, Kamis (12/1) siang ini.

Mahasiswa berdemo di sekitaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat hingga Istana Negara, Kamis (12/1) siang ini. (Elfany Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebuah keranda terbalut kain berwarna putih bertuliskan 'matinya nurani' dan sebuah boneka mayat terlihat di aksi 121 mahasiswa. Mereka berdemo di sekitaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat hingga Istana Negara, Kamis (12/1) siang ini.

Ihsan Munawar (19), salah seorang peserta aksi menerangkan, mereka sengaja membawa keranda dan boneka sebagai pertanda matinya nurani pemerintah Presiden Republik Indonesia rezim Joko Widodo (Jokowi).

"Manandakan matinya nurani pemerintahan. Karena apa yang ditetapkan menyengsarakan rakyat," kata Ihsa.

Ihsan mengatakan, matinya nurani bisa terlihat dari kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mencabut subsidi listrik, hingga penyesuaian pembuatan baru STNK dan BPKB. Padahal semua kebijakan ini dirasa mencekik masyarakat.

"Terkait penetapan harga BBM, yang diserahkan ke mekanisme pasar. Kedua mengeluarkan kebijakan terkait tarif dasar listrik, seharusnya disubsidi malah tidak," lanjut Ihsan.

"Terkait terbitnya PP nomor 60, yang membuat biaya penbuatan baru STNK dan BPKB juga akhirnya naik. Ini menyengsarakan," tegasnya. (elf/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia