Sabtu, 21 Jan 2017
Pemilihan

Debat Cagub Banten, Peluang Menang Paslon WH-Andika Disebut Kian Tinggi

Kamis, 12 Jan 2017 17:01

Ilistrasi

Ilistrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Pelaksanaan Pilkada serentak sebentar lagi. Peta politik dan dukungan pun semakin terpolarisasi. Salah satunya terlihat di Pilkad Banten. Selasa (10/1), KPU Banten telah menggelar debat terbuka perdana bagi masing-masing calon gubernur Banten. Mereka saling berdebat soal program dan kebijakannya.

Pengamat politik UIN Jakarta A Bakir Ihsan menuturkan, debat cagub yang ditayangkan lewat televisi sangat baik untuk perkembangan demokrasi. Masyarakat Banten khususnya akan lebih tahu siapa sosok yang paling layak memimpin lima tahun ke depan.

"Calon yang bisa tampil menguasai jalannya debat, visi misinya jelas dan bisa meyakinkan publik akan lebih mudah memenangkan hati pemilih. Debat kandidat jelas akan berdampak elektoral," kata Bakir kepada wartawan, Kamis (12/1).

Sementara pengamat politik dan periset opini publik dari Lembaga Survei Stratak Indonesia, Octarina Soebardjo menyebut bahwa berdasar debat perdana Paslon Pilgub Banten, kemungkinan peluang menang pasangan Wahidin Halim (WH)-Andika sangat tinggi. Sebab, katanya, WH lebih menguasai persoalan dan solusi persoalannya lebih diterima.

Hasil debat perdana ini tentu menjadi motor untuk lebih menggerek elektabilitas paslon WH-Andika yang trennya terus naik. "Tren kenaikan elektabilitasnya tak terbendung, semakin ke sini, semakin naik. Sementara pasangan Rano-Embay stag dan cenderung ditinggalkan pendukungnya," ujarnya.

Menurutnya, ada semacam gap atau jarak antara harapan dan kenyataan. Dia pun mengutip hasil riset yang dilakukan lembaganya bahwa banyak pendukung Rano-Embay beralih ke WH-Andika, karena nyaris tak pernah bersentuhan sama sekali dengan simpatisan teroganisir, tim sukses apalagi padangan calon Rano-Embay.

"Jadi paslon yang didukung nggak pernah nongol, sementara lawannya hadir berulang, sejak simpatisan liar, simpatisan teroganisir, tim sukses, partai pengusung, hingga salah satu kandidat paslon," terangnya Octa.

Diketahui, dalam debat perdana yang digelar KPU Banten dan disiarakan langsung salah satu televisi swasta nasional itu mengangkat topik Pelayanan Publik, Kesejahteraan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan.

KPU Banten menunjuk tim pakar untuk memilih dua moderator, yakni Prof Dr Komaruddin Hidayatdari dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, serta Dr Zainal Arifin Mochtar dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (fab/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia